MAMUJU TENGAH, Redaksi.co– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangale Pangale 2, yang berada di bawah naungan Yayasan Cahaya Mamuju Tengah, kembali beroperasi setelah masa libur sekolah berakhir. Aktivitas dapur pelayanan gizi di Jalan Poros Desa Polo, Kecamatan Pangale, kembali berjalan normal untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ribuan penerima manfaat.
SPPG Pangale Pangale 2 yang dipimpin Yantrisno P. Tampang melayani sebanyak 2.584 penerima manfaat, yang terdiri dari peserta didik di berbagai jenjang pendidikan sesuai cakupan pelayanan yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Beroperasinya kembali layanan ini menjadi bagian dari upaya memastikan para siswa memperoleh asupan makanan bergizi sejak hari pertama masuk sekolah setelah libur. Seluruh proses penyediaan makanan dilakukan dengan mengedepankan standar kebersihan, keamanan pangan, serta kualitas gizi sesuai pedoman pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan secara nasional oleh Badan Gizi Nasional.
Kepala SPPG Pangale Pangale 2, Yantrisno P. Tampang, menyampaikan bahwa seluruh tim telah mempersiapkan kebutuhan operasional sebelum aktivitas belajar mengajar dimulai kembali. Mulai dari kesiapan bahan baku, peralatan dapur, hingga proses distribusi makanan dipastikan berjalan sesuai prosedur agar pelayanan kepada para penerima manfaat berlangsung lancar.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar seluruh penerima manfaat dapat menikmati makanan bergizi secara tepat waktu dengan tetap mengutamakan kualitas dan keamanan pangan,” ujarnya.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak, mendukung kesehatan peserta didik, serta memperkuat pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Kehadiran SPPG menjadi ujung tombak dalam menyiapkan, mengolah, dan mendistribusikan makanan bergizi kepada para penerima manfaat di daerah.
Dengan kembali beroperasinya SPPG Pangale Pangale 2 pascalibur sekolah, diharapkan pelayanan pemenuhan gizi bagi 2.584 penerima manfaat dapat berlangsung optimal dan mendukung semangat belajar siswa pada awal tahun ajaran yang kembali aktif.

