Top 5 This Week

Related Posts

POLRES PURWOREJO MENGAPRESIASI & MENDUKUNG GERAK CEPAT UNTUK ANAK PENDERITA KELAINAN KAKI BAWAN LAHIR CTEV

PURWOREJO — Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Purworejo bergerak cepat merespons misi kemanusiaan untuk anak-anak penderita kelainan kaki bawaan lahir (Congenital Talipes Equinovarus atau CTEV). Langkah taktis ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi “Kabupaten Purworejo Peduli CTEV” yang dihelat di Auditorium Tribrata Polres Purworejo, Rabu (19/8) sore.

Kegiatan strategis tersebut dipimpin oleh Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra yangdiwakili oleh Wakapolres Purworejo, Kompol Nana Edi Sugito, mewakili . Forum ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polres, mulai dari Kasidokes beserta anggota, Kasat Binmas, KBO Satbinmas, Kanit Bhabinkamtibmas, hingga seluruh Bhabinkamtibmas dari polsek jajaran.

Tak hanya internal kepolisian, acara ini juga menggandeng lintas instansi eksternal yang krusial. Tampak hadir Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo, Direktur RS PKU Muhammadiyah Kutoarjo, Direktur RS Aisyiyah Purworejo, serta Koordinator Bidan Puskesmas se-Kabupaten Purworejo.

Dalam arahannya, Kompol Nana Edi Sugito menegaskan pentingnya peran aktif para Bhabinkamtibmas untuk turun langsung ke tengah masyarakat. Instruksi ini selaras dengan arahan Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, agar anak-anak yang lahir dengan kondisi CTEV bisa segera terdeteksi dan memperoleh penanganan sedini mungkin. Langkah cepat ini dinilai krusial guna mencegah risiko kecacatan permanen pada anak.

“Seluruh Bhabinkamtibmas di Purworejo menjadi ujung tombak dalam membantu menemukan anak-anak yang mengalami kelainan kaki bawaan lahir,” tegas Kompol Nana Edi Sugito di hadapan para peserta sosialisasi.

Dipilihnya Bhabinkamtibmas ini bukan tanpa alasan, jaringan Bhabinkamtibmas yang mengakar kuat dan menjangkau masyarakat hingga tingkat RT, RW, dan dusun dinilai paling efektif untuk melakukan penyisiran secara menyeluruh. Pola penelusuran ini sendiri mengadopsi kesuksesan pengalaman Polda Jateng saat menjalankan program pencarian penderita tuberkulosis (TBC) beberapa waktu lalu.

Program “Peduli CTEV” tidak berjalan sendiri. Polri membangun sinergi kuat bersama Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta fasilitas layanan kesehatan di daerah.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, ruang lingkup penanganan dirancang secara komprehensif. Mulai dari tahap deteksi dini oleh Bhabinkamtibmas di tingkat akar rumput, pemberian edukasi kepada keluarga pasien, pendampingan psikososial dan moril, hingga membantu menghubungkan pasien dengan fasilitas layanan medis penanganan CTEV yang tersedia.

Dengan digulirkannya program ini, Polres Purworejo optimistis angka penanganan kasus kaki bengkok bawaan lahir di daerah dapat ditekan secara signifikan, memberikan harapan baru bagi masa depan anak-anak di Kabupaten Purworejo agar dapat tumbuh dan berjalan dengan normal.

Popular Articles