SOSOK INSPIRATIF: H. HAIKAL FIRDAUS BANGUN MUSHALLA KEDUA UNTUK ANANDA TERCINTA

0
587

Lombok Barat – Sosok H. Haikal Firdaus kembali menunjukkan keteladanan dan kepedulian tinggi terhadap pembangunan sarana ibadah. Setelah sukses membangun mushalla pertamanya, kini beliau kembali mendirikan Mushalla Haikal Firdaus yang kedua, sebagai bentuk cinta, doa, dan penghormatan untuk mendiang putra sulungnya, almarhum Haikal Firdaus.

Mushalla ini dibangun di salah satu dusun sebagai wakaf atas nama anak tercintanya yang wafat di usia muda. Semasa hidup, almarhum dikenal sebagai pribadi yang santun, penuh adab, dan telah menghafal beberapa juz Al-Qur’an. Ia juga merupakan santri Pondok Pesantren Al-Aziziyah Kapek, Gunung Sari.

Anak saya adalah anak yang luar biasa dalam akhlaknya. Maka setiap kali Allah beri saya rezeki, saya niatkan untuk membangun tempat ibadah dan meniatkannya khusus untuk almarhum,” ujar H. Haikal kepada awak media Redaksi.co.

Selain untuk sang anak, mushalla ini juga diniatkan untuk mendiang orang tua beliau serta seluruh keluarga besar. H. Haikal menegaskan bahwa selama masih diberi kehidupan oleh Allah SWT, ia ingin terus berbagi rezeki kepada sesama.

“Rezeki ini adalah titipan. Di dalamnya ada hak orang lain seperti anak yatim, orang tua jompo, dan mereka yang membutuhkan. Maka saya hanya menjadi perantaranya,” ungkapnya penuh haru.

Ust. Haji Sapeni, selaku Penghulu Desa Taman Ayu, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah H. Haikal tersebut.

Ini adalah contoh nyata ketulusan seorang ayah. Membangun mushalla sebagai bentuk doa abadi untuk anaknya yang telah tiada adalah amal jariyah yang luar biasa. Semoga menjadi ladang pahala dan motivasi bagi yang lain,” kata beliau.

Senada dengan itu, Haji Mahdi Mahmud Gazali, Kepala Dusun Peseng, Desa Taman Ayu, juga mengungkapkan rasa hormat dan bangganya terhadap apa yang dilakukan H. Haikal.

Kami sebagai masyarakat merasa sangat terbantu dan terinspirasi. Kehadiran mushalla ini bukan hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga simbol cinta yang suci dari orang tua kepada anaknya. Semoga apa yang dilakukan beliau membawa berkah bagi seluruh dusun,” ucapnya.

Menutup pernyataannya, H. Haikal memohon agar Allah SWT menjauhkan dirinya dan keluarga dari sifat sombong, serta menerima semua niat baik yang telah dilakukan.

Semoga Allah ridai setiap langkah ini, dan semoga ini menjadi motivasi untuk kita semua agar terus menebar kebaikan. Amin,” tutupnya.

Sumber : Redaksi.Co

Reporter ; HS2025 Abach Uhel.