Oleh : Dede Heri (Penggiat Literasi, Sekjen Rumah Literasi Merah Putih)
Redaksi.Co, Sukabumi || Memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber bahan pangan mandiri kini semakin diminati masyarakat, terutama di perkotaan dengan lahan terbatas.
Konsep ini dikenal sebagai dapur hidup, sebuah inisiatif cerdas yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari, tetapi juga berfungsi sebagai apotek berjalan keluarga.
Lahan sempit bukan lagi halangan. Beragam sayuran dan bumbu dapur yang sekaligus berfungsi sebagai obat tradisional dapat ditanam secara efektif menggunakan media tanam alternatif, seperti pot gantung, wall planter, rak vertikal, atau karung bekas.
Metode ini mengoptimalkan ruang dan mendukung pertumbuhan tanaman secara maksimal.
Berikut adalah ulasan dari mengenai beberapa komoditas unggulan yang cocok dibudidayakan di lahan terbatas, dirangkum pada Minggu (25/1/2026). Sayuran dan Bumbu yang Cocok di Lahan Sempit.
JAHE
Tanaman rimpang ini merupakan salah satu bumbu dapur esensial. Selain fungsi kuliner, jahe juga berkhasiat sebagai obat kesehatan. Menurut informasi dari Direktorat Jenderal Kesehatan Kementerian RI, jahe mengandung senyawa gingerol dan shogaol yang bersifat antiinflamasi dan antioksidan, efektif meredakan peradangan dan menangkal radikal bebas.
KUNYIT
Kunyit sangat mudah dikembangkan, bahkan dalam media tanam sederhana seperti karung bekas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa kunyit (Curcuma longa) mengandung kurkumin, senyawa yang diakui luas memiliki sifat anti-inflamasi kuat, antioksidan, serta antivirus.
KENCUR
Dikenal sebagai bumbu masakan dan bahan jamu tradisional, kencur juga menjadi bahan baku penting dalam industri kosmetik dan farmasi internasional. Berdasarkan informasi dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), kencur (Kaempferia galanga L) merupakan salah satu komoditas tanaman obat unggulan bernilai ekonomi tinggi.
CABE RAWIT
Tanaman hortikultura ini menghasilkan buah kecil pedas yang sangat dibutuhkan di dapur Indonesia. Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas strategis bernilai ekonomi tinggi. Menurut panduan teknis pertanian, tanaman ini tumbuh optimal di ketinggian 0-500 m di atas permukaan laut (dpl) dengan tanah gembur, pH 6-7, dan kaya bahan organik.
TOMAT
Tomat (Lycopersicon esculentum Mill) adalah sayuran serbaguna yang kerap dibutuhkan untuk berbagai masakan. Berdasarkan informasi dari balai pertanian Kementan/Dinas Pertanian, tomat merupakan sumber penting vitamin A dan C, yang berperan vital dalam menjaga kesehatan mata dan daya tahan tubuh.
Secara keseluruhan, inisiatif dapur hidup yang diuraikan ini menegaskan potensi besar pekarangan rumah sebagai sumber daya vital.
Dari jahe hingga tomat, komoditas unggulan ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mendukung kesehatan keluarga secara mandiri. Menerapkan konsep ini adalah investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan dan kesehatan keluarga Indonesia.***
Editor : Ujeng S






