Skandal Proyek Sekolah Rp1 Miliar di Mamasa! Tukang Gembok Gedung karena Upah Rp70 Juta Tak Dibayar

0
17

Redaksi.co MAMASA : Proyek pembangunan di SDK 1 Tetanggaratte yang menelan anggaran sekitar Rp1 miliar dari APBN 2019 kini meledak menjadi polemik serius. Bangunan sekolah yang berada di Desa Datu Baringan, Kecamatan Pana, Kabupaten Mamasa bahkan digembok oleh para tukang yang mengerjakannya sendiri, setelah upah dan biaya material mereka diduga belum dibayarkan.

Proyek yang disebut dikerjakan oleh pihak Balai Provinsi Sulawesi Barat atas nama Syarif dengan pelaksana Ahmad kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Kepala tukang sekaligus penyedia material, Toding M, mengambil langkah tegas dengan menyegel bangunan sekolah menggunakan gembok sebagai bentuk protes keras.

Menurut Toding, tunggakan pembayaran yang belum diselesaikan mencapai sekitar Rp70 juta, yang meliputi gaji para tukang serta biaya material seperti pasir dan batu yang digunakan selama proses pembangunan.

Merasa hak mereka diabaikan, para pekerja akhirnya memilih mengunci bangunan sekolah agar persoalan ini mendapat perhatian serius dari pihak terkait.

“Kami terpaksa menggembok sekolah ini karena sampai sekarang gaji tukang dan material belum dibayarkan. Nilainya sekitar Rp70 juta,” tegas Toding dengan nada kecewa.

Tak hanya soal tunggakan, Toding juga mengaku kecewa terhadap pihak sekolah yang disebut telah melakukan serah terima pekerjaan, padahal menurutnya belum ada persetujuan dari pihak tukang yang mengerjakan proyek tersebut.

Langkah penyegelan ini memicu dampak besar. Aktivitas sekolah terancam terganggu, sementara warga mulai mempertanyakan transparansi pengelolaan proyek pendidikan bernilai hampir satu miliar rupiah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun pihak yang disebut terlibat dalam proyek tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tunggakan pembayaran itu.

Kasus ini kini menjadi perbincangan hangat masyarakat Mamasa. Warga mendesak adanya penjelasan terbuka serta pertanggungjawaban atas penggunaan dana APBN 2019 dalam proyek pembangunan sekolah tersebut, agar kepercayaan publik terhadap pembangunan di sektor pendidikan tidak semakin terkikis. (ZUL)