Setahun Kepemimpinan Bupati-Wabup Sukabumi dan Spirit Ramadan, Menjemput Kemakmuran dalam Visi Mubarakah

0
26

Oleh : Aam Abdul Salam, Penasehat SMSI Sukabumi. Penasehat PWI Kab.Sukabumi dan Presidium KAHMI Sukabumi

Redaksi.Co || Tepat satu tahun sudah estafet kepemimpinan Kabupaten Sukabumi berada di tangan pasangan Bupati H.Asep Japar dan Wakil Bupati H.Andreas. Momentum ini menjadi titik kilas balik yang sangat penting, bukan sekadar perayaan angka, melainkan ruang evaluasi atas janji-janji politik yang mulai bertransformasi menjadi kebijakan publik. Di saat yang bersamaan, hadirnya bulan suci Ramadan 1447 H memberikan dimensi spiritual yang kuat bagi gerak langkah pembangunan di Bumi Gurilaps.

Satu tahun adalah waktu yang cukup untuk melihat arah kebijakan (direction of policy), meski mungkin belum cukup untuk menuntaskan seluruh persoalan struktural. Kita melihat upaya serius dalam sinkronisasi infrastruktur pedesaan dan penguatan ekonomi kerakyatan. Namun, kejujuran jurnalistik juga menuntut kita untuk tetap kritis: tantangan disparitas ekonomi, akses kesehatan di pelosok, dan pelestarian lingkungan tetap menjadi pekerjaan rumah yang menanti sentuhan tangan dingin pasangan Bupati dan Wakil Bupati H.Asep Japar dan H.Andreas.

Ramadan tahun ini seharusnya tidak hanya dipandang sebagai ritual ibadah personal. Dalam konteks kepemimpinan Asep Japar-Andreas, spirit Ramadan adalah momentum untuk memperkuat “Energi Positif”. Puasa mengajarkan integritas, transparansi, dan empati—tiga pilar utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance).

Visi “Mubarakah”—Sukabumi yang penuh keberkahan, maju, dan makmur—hanya bisa tercapai jika ada sinergi antara kerja keras birokrasi dan doa rakyat. Keberkahan (barokah) dalam pembangunan berarti hasil yang dicapai tidak hanya besar secara statistik, tetapi juga terasa manfaatnya secara adil hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Energi positif yang lahir dari kedisiplinan Ramadan harus dikonversi menjadi etos kerja “Membangun”. Kita berharap, di tahun kedua kepemimpinan ini, duet Asep Japar-Andreas semakin akseleratif. Ramadan adalah madrasah untuk membersihkan niat; semoga niat memajukan Sukabumi tetap tegak lurus pada kepentingan warga masyarakat Sukabumi.

Kemajuan sebuah daerah tidak ditentukan oleh satu pihak saja. Ramadan mengajak kita semua untuk bergotong-royong terbangunnya solidaritas kebersamaan seluruh warga Kabupaten Sukabumi. Mari jadikan momentum satu tahun ini sebagai garis start baru untuk berlari lebih kencang, membawa Kabupaten Sukabumi menuju kemakmuran yang hakiki dalam bingkai Visi Mubarakah.****

Editor : Fikrie M