“Satu Darah, Satu Rasa”: Seruan Persatuan Anak Rantau Mamuju Menggema Jelang Silaturahmi Alumni Hipermaju

0
4

Redaksi.co MAMUJU : Semangat persaudaraan dan solidaritas anak rantau asal Mamuju kembali digaungkan menjelang agenda Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Alumni Hipermaju yang akan digelar pada Senin, 16 Maret 2026 di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Barat. Momentum ini diharapkan menjadi penguat ikatan kekeluargaan di antara generasi muda Mamuju yang menempuh pendidikan dan berkarier di berbagai daerah.

Seruan tersebut disampaikan Muhammad Yusuf, S.H., M.H., Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju yang juga merupakan bagian dari keluarga besar alumni Hipermaju. Ia mengajak para pemuda, pelajar, dan mahasiswa asal Mamuju di perantauan untuk terus menjaga solidaritas dan memperkuat persaudaraan.

Menurut Yusuf, sejauh apa pun jarak memisahkan para perantau, mereka tetap terikat oleh identitas yang sama sebagai putra-putri Mamuju.

Di tanah rantau kita mungkin dipisahkan oleh jarak dan kesibukan, bahkan oleh wilayah administrasi yang kini terbagi antara Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu. Namun satu hal yang tidak pernah berubah, di dalam nadi kita tetap mengalir darah yang sama, darah To Mamuju,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Hipermaju tidak sekadar organisasi mahasiswa daerah yang memiliki kepengurusan berganti setiap periode. Lebih dari itu, Hipermaju adalah ikrar persaudaraan yang menyatukan mimpi para anak rantau Mamuju di berbagai penjuru negeri.

Yusuf juga menekankan pentingnya solidaritas antar perantau. Ia berharap tidak ada lagi mahasiswa atau pemuda asal Mamuju yang merasa sendirian ketika berada di tanah orang.

Jangan biarkan ada saudara kita yang terjatuh tanpa tangan yang menopang. Jangan biarkan ada adik kelas yang menahan lapar tanpa sepiring nasi hangat, atau sesama perantau yang patah semangat tanpa kata-kata penguat,” katanya.

Menurutnya, nilai-nilai saling menghidupi, saling melindungi, dan saling memajukan merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga oleh generasi muda Mamuju.

Dalam pesannya, Yusuf juga menyoroti kiprah sejumlah alumni Hipermaju yang kini telah hadir di berbagai posisi strategis, termasuk di lingkungan pemerintahan provinsi. Ia menilai keberhasilan tersebut bukan hanya capaian individu, tetapi bukti bahwa Hipermaju mampu melahirkan generasi pemimpin.

Keberhasilan kader Hipermaju adalah aset bersama yang harus kita dukung, bukan kita jatuhkan. Ketika saudara kita naik, kita harus menjadi penyangga yang kokoh, bukan tangan yang menariknya turun,” tegasnya.

Ia berharap Hipermaju terus menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda Mamuju untuk berkembang, saling menguatkan, dan membangun jaringan yang dapat membuka jalan bagi generasi berikutnya.

Menjelang pertemuan silaturahmi alumni dalam suasana Ramadan, Yusuf juga mengajak seluruh keluarga besar Hipermaju untuk kembali menghidupkan semangat persatuan.

Kesuksesan sejati bukan ketika kita berdiri sendirian di puncak tertinggi, tetapi ketika kita sampai di sana bersama saudara-saudara kita,” ungkapnya.

Ia menutup pesannya dengan seruan kuat bagi seluruh anak Mamuju di perantauan agar tetap menjaga ikatan persaudaraan dan bersama-sama membawa nama daerah ke arah yang lebih maju.

Satu darah, satu rasa, satu tujuan: kejayaan Mamuju. Hipermaju jaya, To Mamuju berjaya. Mamuju di hati, selamanya.” (ZUL)