Rusuh di Turnamen Macan Putih, Wasit di Pukuli,Pemain Tajura di Larikan ke Rumah Sakit

0
208

Aceh Barat.Redaksi.co
Turnamen Macan Putih di Lapangan Bola Gajah Tunggal Ranto Panyang berubah menjadi ajang chaos, seperti di lansir KDN Selasa 6/5/2025.

Pertandingan seru antara Tajura Aceh dan Bale United berakhir ricuh, dengan wasit menjadi sasaran amukan dan salah satu pemain muda Tajura harus dilarikan ke rumah sakit.

Laga yang berakhir dengan skor tipis 0-1 untuk Bale United sejatinya berlangsung sengit sejak babak pertama berlangsung.

Namun, babak kedua jadi titik ledakan tensi. Adu fisik semakin brutal, tekel-tekel keras mewarnai jalannya laga, dan keputusan wasit yang dinilai kontroversial membuat suasana kian panas.

Setelah peluit panjang tanda akhir pertandingan dibunyikan, emosi tak terbendung.

Sosok Wasitpun menjadi bulan-bulanan kemarahan. di tengah kekacauan, mengakibatkan salah seorang pemain muda Tajura Aceh jatuh terkapar tak sadarkan diri dengan luka serius di pelipis mata akibat diduga mendapat serangan secara fisik.

Pelatih Tajura Aceh, AKP Fajriadi, SH, tetap menunjukkan sikap ksatria di tengah amarah.

“Kami pulang dengan kepala tegak. Anak-anak bermain luar biasa. Walau kalah, mereka tampil berani dan nyaris mengimbangi tim berpengalaman seperti Bale United,” ujarnya bangga.

Namun, Fajriadi tak menutupi kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit.

“Ada dua momen handball di kotak penalti yang diabaikan, dan pemain kami dihantam dari belakang tanpa bola, tapi tak ada peluit. Ini sangat merugikan dan membahayakan keselamatan pemain,” tegasnya.

Lebih lanjut, dari keterangan sejumlah saksi mata di lapangan menyebutkan Insiden kekerasan terjadi bukan antara pemain dua tim, melainkan antara penonton dengan pemain Tajura.

” Korban bernama Ivan bernomor punggung 11 disebut menerima kekerasan dari sejumlah penonton yang marah atas aksinya memprotes wasit dan diduga hendak melakukan tindakan anarkis terhadap wasit,”ujar saksi mata yang tidak ingin disebut namanya.

Sementara itu ,Ketua panitia penyelenggara Turnamen Macan Putih, Salman menyampaikan permohonan maaf kepada publik pecinta sepak bola di Aceh Barat dan Aceh Selatan. Ia memastikan pihaknya telah menjenguk korban di rumah sakit serta mengambil langkah damai bersama official Tajura Aceh.

“Situasi saat ini sudah kondusif. Kami langsung menempuh jalan musyawarah, dan insiden ini menjadi pembelajaran besar bagi kami semua. Panitia bertanggung jawab penuh atas kejadian ini,” ungkap Salman.

Publik berharap evaluasi menyeluruh segera dilakukan, terutama soal kualitas kepemimpinan wasit dan pengamanan di lapangan.

Turnamen yang seharusnya menjadi ajang pembinaan bakat muda, jangan sampai ternodai oleh kekacauan yang mencoreng semangat sportivitas ****