Resepsi HSN dan Harlah Satu Abad NU, Ranting NU Tugusari Teguhkan Khidmat Keagamaan dan Kebangsaan

0
33

JEMBER, redaksi.co – Dalam rangka memperingati puncak Hari Santri Nasional (HSN) sekaligus Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 atau Satu Abad NU, Pengurus Ranting NU Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, menggelar resepsi di Masjid Ar Raudlah Krajan, Desa Tugusari, Kamis malam (22/01/2026) pukul 19.00 WIB.

Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, dengan dihadiri pimpinan Perkebunan JA Wattie, Ketua MWC NU Bangsalsari H. Aang Abdullah (Ji Bul) beserta jajaran, Kepala Desa Tugusari Akhmat Khoiri, S.H., para tokoh agama, tokoh pemuda, Fatayat NU, perwakilan SH Terate Tugusari, serta masyarakat Desa Tugusari yang terdiri dari Muslimin dan Muslimat, termasuk simpatisan NU se-Kecamatan Bangsalsari.

Acara diawali dengan pembacaan istighosah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ya Lal Wathon yang dibawakan secara apik oleh juara satu paduan suara tingkat MI Miftahul Hidayah Tugusari. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, ceramah agama oleh KH Badrus Shodiq, serta ditutup dengan pembagian hadiah lomba.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Tugusari Akhmat Khoiri, S.H. menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan yang digagas oleh Ranting NU Tugusari.

“Saya mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan NU, khususnya resepsi HSN dan Harlah NU yang dilaksanakan oleh Ranting NU Tugusari. Ini merupakan bukti nyata peran NU dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus kebangsaan,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para pemuda Desa Tugusari agar terus meningkatkan peran dan kontribusinya dalam dunia pendidikan.

“Pemuda harus lebih aktif dalam pendidikan. Dari sanalah akan terbuka peluang untuk bersinergi di dunia usaha, sehingga mampu memberantas kebodohan dan kemiskinan,” tambahnya.

Apresiasi serupa disampaikan Ra Izzat, selaku Wakil Pengurus MWC NU Bangsalsari. Ia mengaku bangga atas kinerja Pengurus Ranting NU Tugusari yang dinilainya aktif, progresif, dan konsisten dalam berkhidmat.

“Dari sekian ranting NU di wilayah MWC NU Bangsalsari, sejauh ini hanya Ranting NU Tugusari yang mampu menyelenggarakan resepsi HSN dan Harlah NU Satu Abad. Ini patut diapresiasi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Ranting NU Desa Tugusari, Ustadz Munif Barnowo, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan khidmat,” ungkapnya.

Ia berharap ke depan seluruh pengurus Ranting NU Tugusari semakin solid dan istiqamah dalam berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama dan masyarakat.

“Semoga ke depan pengurus semakin kompak, istiqamah, dan terus berkontribusi untuk NU serta kemaslahatan umat,” pungkasnya.

Dalam tausiyahnya, KH Badrus Shodiq menegaskan pesan penting bahwa Hari Santri Nasional dan Harlah NU merupakan dua mata rantai sejarah yang tidak dapat dipisahkan, sebagai simbol perjuangan ulama dan santri dalam menjaga agama, bangsa, dan negara.

Reporter: Sofyan