Refleksi Satu Tahun, Gus Fawait Pastikan 2026 Jember Berlari Lebih Cepat

0
10

Jember, redaksi.co – Refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Jember Gus Fawait menjadi momentum penting untuk menegaskan arah dan kecepatan pemerintahan ke depan. Dalam forum terbuka tersebut, ia menekankan bahwa dinamika politik selama setahun terakhir tidak boleh mengganggu pelayanan publik.

“Dinamika itu biasa dalam demokrasi. Yang tidak boleh terganggu adalah pelayanan kepada rakyat,” tegasnya.

 

Sejak awal menjabat, Gus Fawait memilih fokus bekerja daripada larut dalam polemik politik. Baginya, kepala daerah harus memastikan stabilitas birokrasi tetap terjaga dan pelayanan publik berjalan tanpa hambatan.

Tahun 2025 disebut sebagai fase adaptasi dan konsolidasi. Pada masa transisi itu, tidak ada perombakan besar-besaran dalam struktur birokrasi. Seluruh kepala OPD diberi ruang menunjukkan kinerja dan loyalitas terhadap agenda pembangunan.

Namun memasuki 2026, fase pembuktian dimulai. “Kalau 2025 adalah pemanasan, maka 2026 adalah tahun pembuktian. Kita harus berlari, bukan lagi berjalan,” ujarnya dengan nada optimistis.

Akselerasi pembangunan akan difokuskan pada percepatan investasi, penyempurnaan regulasi tata ruang, serta penguatan Mall Pelayanan Publik di berbagai wilayah.

Langkah ini diproyeksikan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, memangkas birokrasi berbelit, dan meningkatkan kepercayaan investor.

Reaktivasi Bandara Jember juga menjadi strategi kunci untuk membuka konektivitas dan memperluas akses ekonomi daerah. Dengan konektivitas yang lebih baik, peluang investasi diyakini meningkat dan berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja serta pengurangan angka kemiskinan.

Di sisi lain, Gus Fawait menegaskan pentingnya sinergi dengan DPRD dan seluruh elemen politik daerah. Perbedaan pandangan dianggap sebagai bagian dari mekanisme kontrol dalam demokrasi. Namun tujuan akhirnya tetap satu kesejahteraan masyarakat Jember.

Menutup refleksi tersebut, ia menyampaikan pesan personal yang sarat makna.

“Saya ini anak desa. Saya meninggalkan banyak hal untuk mengabdi di tanah kelahiran. Amanah ini harus dijaga dengan kerja nyata. “Satu tahun kepemimpinan bukan sekadar evaluasi perjalanan, tetapi menjadi penanda dimulainya fase percepatan pembangunan Kabupaten Jember. Tahun 2026 diproyeksikan sebagai momentum akselerasi menuju kemandirian fiskal, penguatan daya saing daerah, serta pembangunan yang lebih terukur dan berkelanjutan (Sofyan).