PULUHAN WARGA BONGOR DATANGI RUMAH KADUS, TUNTUT TRANSPARANSI PENGAWALAN ANGKUTAN SOLAR PT. MUARA DAMAI
Lombok Barat – PULUHAN warga Dusun Bongor, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, mendatangi rumah Kepala Dusun Bongor, Azmi, pada Sabtu malam (10/05/2025). Kedatangan warga secara berbondong-bondong ini dipicu oleh tuntutan transparansi terkait adanya aktivitas pengawalan angkutan solar milik PT. Muara Damai menggunakan truk fuso yang melintasi jalan dusun. Warga menilai jenis kendaraan tersebut melebihi kapasitas jalan dan berpotensi merusak infrastruktur yang ada.
Menanggapi hal itu, Kepala Dusun Bongor, Azmi, menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti latar belakang kegiatan tersebut.
“Saya tidak tahu permasalahan yang sebenarnya. Tiba-tiba Ketua RT saya datang dan memberitahukan bahwa warga akan datang ke rumah. Saya pun spontan menjawab, silakan,” ungkapnya kepada Redaksi.co.
Salah satu tokoh masyarakat, Nursini, menyayangkan kurangnya koordinasi dari pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas pengawalan angkutan tersebut.
“Seharusnya, dari jauh-jauh hari mereka yang mengatasnamakan warga bersikap transparan. Jangan seperti kucing-kucingan begini. Setelah kejadian semalam baru ketahuan. Mereka itu orang-orang berpendidikan, masak memberi contoh yang tidak baik kepada warga kita yang kebanyakan hanya lulusan SD dan SMP,” ujarnya.
Nursini juga berharap ke depan setiap kegiatan yang bersifat krusial harus melibatkan aparat dusun dan desa.
“Kita ini masih banyak kebutuhan bersama—baik untuk perlengkapan banjar maupun masjid. Jangan sampai koordinasi yang buruk justru menimbulkan konflik di masyarakat.”
Sementara itu, Ketua BPD Desa Taman Ayu SARHAN yang dimintai tanggapannya menyayangkan adanya inisiatif pengawalan tanpa koordinasi resmi.
“Inilah akibatnya kalau ada warga yang nekat membackup kegiatan krusial tanpa melibatkan aparatur dusun dan desa. Seharusnya, sebelum mereka mengambil tindakan, mereka wajib berkoordinasi. Kalau tidak, masyarakat luas pasti akan melayangkan komplain,” tegasnya.
Situasi di lapangan kini telah kondusif, namun warga masih menanti kejelasan dan tindak lanjut dari pihak Dusun maupun pihak perusahaan PT. Muara Damai terkait aktivitas angkutan tersebut.
“Apabila dalam kurun waktu satu minggu ke depan tidak ada tindak lanjut dari PT. Muara Damai atau perwakilannya di Bongor ini, maka kami akan kembali dengan massa yang lebih banyak,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media Redaksi.co telah berupaya meminta tanggapan dari pihak PT. Muara Damai melalui pesan WhatsApp. Namun, pesan tersebut belum mendapat balasan ataupun tanggapan resmi dari pihak perusahaan.
Penulis: 2025 Abach Uhel
Sumber: Redaksi.co







