Redaksi.co, Jakarta | Menjelang tayang di bioskop pada 22 Januari 2026, film horor-komedi Sebelum Dijemput Nenek menggelar press screening dan press conference di Epicentrum XXI, Jakarta, Selasa (14/1). Film produksi Rapi Films ini menampilkan perpaduan horor berbasis mitos lokal dengan komedi karakter yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Antusiasme terasa sejak pemutaran film usai. Tawa penonton kerap muncul di tengah suasana tegang, menguatkan respons positif yang sebelumnya ramai muncul sejak trailer dirilis. Banyak warganet menyebut film ini lucu, seru, dan memiliki vibe horor-komedi yang kuat.
Sorotan utama tertuju pada Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto yang berperan sebagai saudara kembar Hestu dan Akbar. Kontras karakter keduanya menjadi kekuatan cerita: Hestu tampil dingin dan pendiam, sementara Akbar lugu dan apa adanya. Isu “kembar Dodit-Angga” yang ramai di media sosial pun kembali mencuri perhatian dalam acara ini.
Angga Yunanda mengaku tertantang menjajal genre baru. “Begitu ditawari film ini, aku langsung tertarik karena ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Di film ini aku bisa serius, bisa tegang, tapi juga harus lucu. Respons beragam yang bilang film ini seru dan lucu bikin aku makin nggak sabar nunggu penonton nonton langsung di bioskop,” ujar Angga.
Dodit Mulyanto menambahkan, “Yang paling seru dari film ini justru saat karakter kami saling bertabrakan. Hestu serius dan kaku, Akbar santai dan apa adanya. Dari situ komedinya muncul tanpa harus dipaksakan. Aku merasa humornya hidup karena situasinya dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Dodit.
Sutradara Fajar Martha Santosa menegaskan keseimbangan horor dan komedi menjadi pendekatan utama. “Sejak awal saya ingin horor dan komedi di film ini berjalan beriringan, bukan saling meniadakan. Ketegangan tetap dibangun, tapi karakter-karakternya memberi ruang untuk tertawa. Dodit dan Angga memberi warna yang sangat kontras, dan kontras itulah yang membuat ceritanya terasa lebih manusiawi dan menghibur,” ungkap Fajar Martha Santosa.
Film ini juga diperkuat deretan pemain pendukung dan cameo seperti Oki Rengga, Wavi Zihan, Nopek Novian, serta kemunculan Eri Pras dan Tante Ernie yang menambah kejutan komedi.
Produser Sunil Samtani menyebut film ini sebagai bagian dari komitmen Rapi Films menghadirkan horor-komedi berakar budaya lokal.
“Rapi Films selalu berupaya menghadirkan hiburan dan pengalaman sinematik yang menyenangkan. Film ini memadukan mitos kematian, konflik keluarga, dan komedi karakter dalam satu cerita yang utuh. Selain itu, Sebelum Dijemput Nenek juga menjadi debut penyutradaraan Fajar Martha Santosa, sejalan dengan komitmen kami memberi ruang bagi talenta-talenta baru,” ujar Sunil Samtani.
Ia berharap penonton bisa menikmati pengalaman menonton yang lengkap. “Komentar penonton di media sosial yang menyebut film ini lucu, seru, dan punya vibe horor-komedi yang kuat menjadi semangat bagi kami. Harapannya, penonton bisa tertawa, tegang, lalu tertawa lagi dan pulang dari bioskop dengan perasaan terhibur,” lanjutnya.







