Beranda blog Halaman 281

Wagub Aceh Dampingi Menko Polkam Resmikan Hunian Tetap Korban Bencana Di Aceh Utara

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Djamari Chaniago, meresmikan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Desa Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu 14/3/2026

Sebanyak 104 unit rumah hunian tetap yang dibangun untuk masyarakat korban bencana tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya pemulihan dan rehabilitasi pascabencana yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Peresmian itu turut dihadiri sejumlah pejabat dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Bupati Aceh Utara, Danrem 011/Lilawangsa, Dandim 0103/Aceh Utara, Kapolres Aceh Utara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Aceh Utara, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Hadir pula tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat yang menyaksikan langsung penyerahan hunian tersebut kepada warga.

Kegiatan peresmian diawali dengan peninjauan langsung ke kompleks hunian tetap yang telah rampung dibangun. Deretan rumah tampak berdiri rapi dan siap dihuni oleh masyarakat penerima manfaat. Di dalam kawasan tersebut juga telah dibangun satu unit mushalla yang dapat dimanfaatkan warga untuk beribadah dan kegiatan keagamaan lainnya.

Pada kesempatan itu, Menteri menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada sejumlah warga penerima bantuan sebagai tanda dimulainya pemanfaatan hunian tetap tersebut. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian yang disaksikan oleh Wakil Gubernur Aceh, pejabat Forkopimda, serta masyarakat yang hadir.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat Aceh Utara yang terdampak bencana. Menurutnya, pembangunan hunian tetap ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memastikan masyarakat korban bencana dapat kembali menjalani kehidupan secara layak.

“Pemerintah Aceh menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian besar kepada masyarakat Aceh Utara. Hunian tetap ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga menjadi awal bagi masyarakat untuk kembali membangun kehidupan yang lebih baik setelah bencana,” ujar Fadhlullah.

Ia juga berharap masyarakat penerima bantuan dapat menjaga dan merawat rumah yang telah diberikan sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh keluarga masing-masing.

Selain itu, sebagai bentuk perhatian terhadap tradisi masyarakat setempat, Menteri juga menyampaikan pemberian lima ekor sapi yang akan digunakan dalam tradisi meugang, sebuah tradisi penting bagi masyarakat Aceh menjelang hari raya.

Dengan diresmikannya 104 unit hunian tetap tersebut, para korban bencana yang sebelumnya tinggal di tempat penampungan sementara diharapkan dapat segera menempati rumah yang lebih layak, sehingga kehidupan mereka dapat kembali berjalan normal secara bertahap ****

Tekan Inflasi, Pemerintah Gelar Operasi Pasar Serentak Jelang Hari Raya Idul Fitri

0

Aceh Barat.Redajsi.co
Bupati Aceh Barat diwakili Plt Sekda, Kurdi menghadiri kegiatan pembukaan operasi pasar serentak di lima kabupaten kota yang salah satunya di Pasar Bina Usaha Meulaboh pada Sabtu 14/3/2026

Kurdi mengatakan, kegiatan operasi pasar yang dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Aceh tersebut dalam rangka tanggap inflasi dan menyambut Idul Fitri 1447 H/2026 M.

“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Bulog dan Bank Aceh dan stakeholder terkait di Pemkab Aceh Barat yang telah memfasilitasi terlaksananya kegiatan ini,” Ujar Kurdi.

Harap Kurdi,dengan adanya operasi pasar tersebut sedikitnya dapat membantu meringankan beban masyarakat khususnya ibu – ibu menjelang hari raya Idul Fitri yang akan datang.

“Ada beberapa jenis komoditi yang disediakan dalam operasi pasar kali ini yaitu seperti beras, minyak gorang, gula dan juga telur yang telah disubsidi oleh Pemerintah Aceh dalam operasi pasar ini,” kata Kurdi.

Untuk harga beras premium dengan berat 10 kg harganya yaitu Rp 109 ribu, harga minyak goreng 2 liter Rp 33 ribu, telur ayam per papan Rp 43 ribu dan gula pasir per kilogramnya Rp 14 ribu.

“Mudah – mudahan dengan adanya intervensi dari Pemerintah Aceh ini bisa membantu penurunan inflasi. Rencananya ada tiga titik pelaksanaan pasar murah, hari ini di Pasar Bina Usaha, besok di Kecamatan Sama Tiga kemudian di Lapang,” ujar Kurdi ****

Berbagi Berkah Ramadan, ABT Bagikan Takjil untuk Warga Fakfak.

0

Fakfak, Redaksi.co – Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Dr. Ali Baham Temongmere, MTP, turun langsung membagikan takjil kepada masyarakat di kawasan Jalan Reklamasi Fakfak, Sabtu (14/03/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Pembagian takjil tersebut disambut antusias oleh warga dan para pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Sejumlah paket makanan dan minuman untuk berbuka puasa dibagikan langsung kepada masyarakat yang sedang dalam perjalanan menjelang waktu berbuka.

Dalam kesempatan itu, Sekda yang akrab disapa ABT mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan bagian dari upaya mempererat kebersamaan dengan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat saling berbagi di bulan yang penuh berkah.

Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Melalui kegiatan ini kita ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat memberikan manfaat dan membawa berkah bagi kita semua,” ujar ABT di sela kegiatan.

Ia menambahkan, kegiatan berbagi takjil juga menjadi sarana untuk memperkuat silaturahmi serta mempererat hubungan antara dirinya dengan masyarakat. Dengan adanya interaksi langsung seperti ini, ia dapat lebih dekat dengan warga serta memahami berbagai kondisi yang ada di tengah masyarakat.

Selain itu, Sekda juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan toleransi antarumat beragama yang selama ini telah terjalin dengan baik di Fakfak. Ia menilai keharmonisan tersebut merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung pembangunan daerah.

“Kebersamaan dan toleransi yang selama ini terjaga harus terus kita pelihara. Ini adalah kekuatan kita dalam membangun daerah agar tetap aman, damai, dan sejahtera,” katanya.

Kegiatan pembagian takjil tersebut juga melibatkan sejumlah pihak yang turut membantu proses pembagian kepada para pengguna jalan. Suasana penuh keakraban terlihat ketika Sekda bersama rombongan menyapa warga yang melintas dan menyerahkan langsung paket takjil.

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Ini Pesan Sekda Papua Barat.

0

Fakfak, Redaksi.co – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Ali Baham Temongmere, menyampaikan himbauan kepada seluruh masyarakat agar memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, serta menjaga toleransi antarumat beragama.

Dalam pesannya, Sekda menegaskan bahwa bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat tepat bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan puasa sebagai sarana memperbaiki diri serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjelang Hari Raya Idul Fitri, mari kita menjaga keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Melalui puasa di bulan suci Ramadan, kita diingatkan untuk terus memperbaiki diri serta memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta,” ujarnya.

Selain meningkatkan ibadah, Sekda juga mengingatkan pentingnya mempererat hubungan sosial melalui silaturahmi. Menurutnya, silaturahmi tidak hanya sebatas bertemu dan bertegur sapa, tetapi juga diwujudkan melalui sikap saling berbagi kepada sesama.

Ia mengajak masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan, terutama menjelang perayaan Idul Fitri. Sikap saling berbagi tersebut dinilai dapat memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Silaturahmi itu wujudnya adalah berbagi. Yang memiliki kelebihan tentu membantu mereka yang kurang. Sementara yang menerima juga harus bersyukur serta mendoakan agar yang memberi diberikan keberkahan dan rezeki yang terus berkembang,” katanya.

Menurut Sekda, semangat berbagi tersebut dapat menciptakan suasana kebersamaan yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat. Dari kebersamaan itu, diharapkan lahir situasi dan kondisi yang aman, damai, serta harmonis menjelang dan saat perayaan Idul Fitri.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama di Papua Barat. Menurutnya, kerukunan dan sikap saling menghormati menjadi modal utama dalam membangun daerah yang aman dan sejahtera.

“Mari kita terus menjaga toleransi ini. Toleransi adalah modal utama kita untuk membangun Papua Barat agar tetap aman, damai, dan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tidak menjalankan ibadah puasa, karena tetap menjaga sikap saling menghormati selama bulan Ramadan. Ia menilai hal tersebut sebagai bukti kuat bahwa masyarakat Papua Barat mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat, Bapak Gubernur beserta seluruh jajaran pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menjaga toleransi dan kebersamaan selama bulan suci Ramadan,” katanya.

Mengakhiri himbauannya, Sekda juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Islam di Papua Barat. Ia berharap momentum Idul Fitri menjadi kesempatan untuk saling memaafkan, mempererat persaudaraan, serta memperkuat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat, kami mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Semoga kita semua diberikan keberkahan, kedamaian, dan kebahagiaan dalam merayakan hari kemenangan ini,” tutupnya.

Sekda Papua Barat Pantau Ketersediaan Bahan Pokok di Fakfak, Dorong UMKM Jelang Idulfitri.

0

Fakfak, Redaksi.co – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat, Dr. Ali Baham Temongmere, MTP, melakukan kunjungan ke Kabupaten Fakfak untuk memantau langsung ketersediaan bahan kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Kunjungan tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan berbagi kepada masyarakat serta dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjajakan produk lokal.

Ali Baham Temongmere mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi ketersediaan bahan pokok tetap aman menjelang Idulfitri. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di daerah.

“Karena berada di Fakfak, kami sekaligus melihat langsung ketersediaan bahan kebutuhan masyarakat, baik bahan pokok maupun produk lokal. Ini penting untuk memastikan semuanya aman menjelang Idulfitri,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan juga membeli berbagai produk yang dijual masyarakat, seperti kue-kue buatan ibu-ibu, kemudian membagikannya kembali kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah di bulan Ramadan.

“Hari ini kami datang bersama-sama. Ibu-ibu membawa kue, kita beli sedikit-sedikit lalu kita berbagi. Yang berjualan mendapatkan rezeki, yang membeli dan yang menerima juga mendapat pahala. Ini bagian dari implementasi ibadah puasa melalui sedekah dan berbagi,” katanya.

Selain itu, Sekda juga sempat berdialog dengan sejumlah pelaku usaha dan pemilik toko besar di Fakfak terkait ketersediaan bahan pokok. Dari hasil pemantauan tersebut, diketahui bahwa stok beberapa komoditas masih mencukupi.

Ia mencontohkan, salah satu toko besar di Fakfak menyampaikan bahwa stok beras masih tersedia dalam jumlah cukup bahkan hingga jangka waktu yang panjang.

“Artinya ketersediaan pangan aman dan harga juga relatif stabil, bahkan ada yang lebih murah dibandingkan di beberapa tempat lain,” jelasnya.

Ali Baham Temongmere menambahkan, menjaga ketersediaan pangan menjadi hal penting, terutama di Papua Barat yang memiliki beberapa klaster wilayah distribusi.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Fakfak serta organisasi keislaman lainnya yang turut berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Ketua ICMI dan seluruh jajaran organisasi keislaman di Kabupaten Fakfak, seperti MUI, PHBI, serta organisasi lainnya yang bersama-sama mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna meningkatkan kesejahteraan serta ketahanan ekonomi masyarakat di daerah.

FFH Edisi Ke-4, Lift Jadi Film Terpilih, Tanpa Musik Film tak pernah Berakhir

0

Jakarta, – Festival Film Horor (FFH) Edisi Ke-4 berjalan sukses, sebuah pegelaran memilih film (horor) yang berbeda dari festival sejenis. Selain memilih film bulan ini, festival ini punya ciri khas yaitu diskusi terkait film yang bisa menjadi rujukan bagi cineas dalam berkarya. Lift jadi film terpilih di Edisi Ke-4, sementara pembicara setuju bila musik adalah akhir dari sebuah cerita, tanpa musik film tak pernah berakhir.

Acara digelar di Pictum cafe, Pasarminggu, Jakarta Selatan, mengangkat tema “Musik Horor yang Membumi: Membangun Vibes Horor Tanpa Kehadiran Setan”, sementara pembicara diisi Producer eksekutif Lok S. Iman, Sutradara Randy Chana, Music Director Bemby Gusti, dan moderator Alyne Ma’arif.

Musik dan film merupakan satu kesatuan, bahkan dalam sejarahnya musik lah yang ‘menghidupkan’ film setelah film bisu ramai diproduksi. Namun harus dibedakan antara musik dan sound, bunyi-bunyian dalam sebuah film belum tentu musik tapi sekedar suara (sound) guna membangkitkan psykologis penonton.

Bagi Lok Iman selaku produser, dirinya membebaskan para kreator film meenentukan musik atau sound dalam film yang mereka garap, meski ada banyak produser turut campur menentukan musik dan sound di film yang mereka biayai.

Baginya kreasi para pembuat film lebih berharga daripada ikut menentukan musik atau suara, mereka lebih paham sementara dirinya hanya men-suport di balik layar. “Aku percaya dengan mereka, terserah mereka saja menentukan musiknya”, tambah Lok.

Sedangkan Bemby Gusti menilai, musik mampu mempengaruhi psykologis penonton, sebelum menentukan musik atau suara di scene film, ada perdebatan antara music director dan sutradara.

Ia juga tak menyangkal bila menentukan musik atau suara adalah seorang music director kadang harus mengalah dengan kemauan sutradara. Karena menghasilkan film bagus harus sejalan dengan visi sang sutradara. Meski dirinya yakin bahwa film adalah karya seni yang kompleks, semua unsur seni ada di sebuah film.

Sedangkan Randy Chana yang menyandang sebutan sutaradara film, mengatakan, memilih musik harus sesuai tema yang diangkat di film yang kita garap. Musik bisa membangkitkan ketegangan si penonton, maka perlu diskusi antara sutradara dan music director.

Diskusi membahas tema yang diangkat FFH Edisi Ke-4 berjalan lancar, masinng-masing pembicara beragumen sesuai dengan profesi yang disandang, namun mereka setuju bila musik adalah bagian yang tak terpisahkan, dan harus digarap serius bila tak ingin ada film tanpa akhir cerita.

Sementara FFH mengumumkan film yang terpilih di bulan Maret adalah Lift, pemain pria terpilih Alfie Afandi, pemain wanita terpilih Ismi Melinda, DoP terpilih Risky Dwipanca, dan sutradara terpilih Randy Chans.

Polsek Mambi Berbagi Takjil, Pererat Kepedulian di Bulan Suci Ramadhan

0

Redaksi.co MAmASA : Kepolisian Sektor Mambi menunjukkan kepedulian kepada masyarakat dengan menggelar kegiatan pembagian takjil kepada pengguna jalan menjelang waktu berbuka puasa.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026 sekitar pukul 17.00 WITA di perempatan Kota Mambi, Kelurahan Mambi, Kecamatan Mambi. Ratusan paket takjil dibagikan kepada pengendara roda dua, roda empat, serta masyarakat yang melintas di lokasi tersebut.

Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Mambi, IPTU Samson A.P., S.H., bersama personel Polsek Mambi. Kegiatan tersebut juga melibatkan Koramil 1428-03 Mambi serta pihak SPPG Mambi Yayasan Tujuh Tunas Tabulahan.

Pembagian takjil ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, khususnya umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membantu masyarakat yang masih berada di perjalanan agar dapat berbuka puasa tepat waktu.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Mambi juga berharap dapat mempererat hubungan silaturahmi antara aparat keamanan dan masyarakat, sekaligus meningkatkan pelayanan serta kedekatan dengan warga.

Kegiatan berbagi takjil ini berlangsung hingga sekitar pukul 17.40 WITA. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di sekitar lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. (ZUL)

Laut Mamuju Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Baru, Produksi Perikanan Tembus 57 Ribu Ton

0

Redaksi.co MAMUJU : Pemerintah Kabupaten Mamuju mulai mengarahkan fokus pembangunan daerah ke sektor kelautan dan perikanan sebagai mesin ekonomi baru. Dengan garis pantai sepanjang 275 kilometer yang menghadap langsung ke Selat Makassar, potensi laut di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Manakarra kini mulai dimaksimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mamuju menunjukkan bahwa pada tahun 2025 total produksi perikanan daerah mencapai 57.015,82 ton. Produksi tersebut berasal dari dua sektor utama, yakni perikanan tangkap sebesar 21.331,01 ton dan perikanan budidaya yang mencapai 35.684,81 ton.

Pelaksana Tugas Kepala DKP Mamuju, Muhammad Yusuf, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa sektor kelautan memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Potensi laut Mamuju sangat besar. Jika dikelola secara maksimal dan berkelanjutan, sektor ini bisa menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya,” ujar Yusuf.

Sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Barat, Mamuju memiliki posisi strategis karena berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang menjadi salah satu jalur pelayaran penting di Selat Makassar. Kondisi ini menjadikan perairan Mamuju sebagai kawasan yang kaya sumber daya perikanan.

Perairan tersebut dikenal sebagai jalur migrasi berbagai ikan pelagis bernilai tinggi seperti tuna, cakalang, tongkol hingga kerapu. Pada 2025, sektor perikanan tangkap memberikan kontribusi lebih dari 21 ribu ton terhadap total produksi perikanan daerah.

Namun demikian, sektor budidaya justru menunjukkan perkembangan yang lebih pesat. Produksi budidaya tercatat mencapai 35.684,81 ton dengan komoditas unggulan seperti udang vaname dan rumput laut jenis Eucheuma cottonii. Beberapa wilayah seperti Kecamatan Mamuju, Kalukku, dan Papalang bahkan mulai berkembang menjadi sentra budidaya yang memiliki potensi ekonomi besar.

Untuk meningkatkan nilai ekonomi dari sektor perikanan, pemerintah daerah juga mendorong pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang lebih transparan dan modern melalui sistem digitalisasi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi serta memperbesar kontribusi retribusi terhadap PAD.

Jika pengelolaan TPI berjalan transparan dan efisien, maka potensi pendapatan daerah dari sektor ini akan semakin besar,” kata Yusuf.

Selain itu, DKP bersama para penyuluh perikanan terus melakukan pemutakhiran data pelaku usaha melalui Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA). Program ini bertujuan memastikan bantuan pemerintah dan berbagai kebijakan di sektor kelautan dapat tepat sasaran bagi nelayan maupun pembudidaya.

Pemerintah daerah juga mulai mendorong hilirisasi industri perikanan agar hasil laut tidak lagi hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Dengan produksi budidaya yang terus meningkat, pengembangan industri pengolahan seperti fillet ikan maupun pengolahan rumput laut menjadi karaginan dinilai mampu memberikan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan penerimaan pajak daerah.

Dalam pengembangan sektor ini, peran penyuluh perikanan menjadi sangat penting. Mereka berada di garis depan dalam mendampingi masyarakat pesisir, mulai dari memastikan data produksi yang akurat, memperkuat kelembagaan kelompok usaha nelayan dan pembudidaya, hingga memberikan edukasi mengenai praktik perikanan yang berkelanjutan.

Penyuluh juga terlibat dalam program pelestarian mangrove yang dikembangkan sebagai potensi ekowisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui perdagangan karbon.

Dengan produksi perikanan yang telah menembus lebih dari 57 ribu ton, pemerintah daerah optimistis sektor kelautan akan menjadi fondasi ekonomi masa depan Mamuju.

Laut adalah aset terbesar Bumi Manakarra. Tugas kita adalah mengelolanya secara bijak agar memberi manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat,” ujar Yusuf.

Melalui penguatan pengelolaan perikanan, digitalisasi pelelangan ikan, serta pengembangan industri hilir, Pemerintah Kabupaten Mamuju menargetkan potensi 275 kilometer garis pantai dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan bagi daerah dan masyarakat pesisir. (ZUL)

Mamuju Siapkan Laut sebagai Mesin Ekonomi Baru, Produksi Perikanan Ditargetkan Meningkat

0

Redaksi.co MAMUJU : Pemerintah Kabupaten Mamuju mulai memaksimalkan potensi sektor kelautan dan perikanan sebagai mesin penggerak ekonomi baru daerah. Dengan garis pantai sepanjang 275 kilometer yang langsung menghadap Selat Makassar, wilayah yang dikenal sebagai Bumi Manakarra dinilai memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mamuju, Muhammad Yusuf, mengatakan potensi kelautan yang dimiliki daerah tersebut harus dikelola secara strategis dan terintegrasi agar mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan dan pembudidaya.

Menurut Yusuf, secara geografis Mamuju berada di jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang menjadi lintasan berbagai jenis ikan pelagis bernilai ekonomi tinggi, seperti tuna, cakalang, tongkol, dan kerapu.

Potensi laut kita sangat besar. Jika dikelola dengan sistem yang modern dan transparan, sektor perikanan dapat menjadi sumber PAD yang signifikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan,” ujar Yusuf.

Ia menjelaskan, produksi perikanan di Kabupaten Mamuju saat ini mencapai sekitar 11.000 ton per tahun. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan produksi secara signifikan pada periode 2026 hingga 2027 melalui penguatan tata kelola perikanan, termasuk penerapan sistem manajemen yang lebih modern di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Selain sektor penangkapan ikan, DKP juga menaruh perhatian besar pada pengembangan sektor budidaya yang dinilai memiliki potensi ekonomi besar. Beberapa wilayah seperti Kecamatan Mamuju, Kalukku, dan Papalang disebut sangat potensial untuk pengembangan udang vaname serta budidaya rumput laut jenis Eucheuma cottonii.

Untuk memperkuat basis data pelaku usaha kelautan dan perikanan, DKP bersama para penyuluh perikanan juga tengah mengintensifkan pendataan melalui Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA). Program ini bertujuan memastikan berbagai bantuan pemerintah, akses permodalan, hingga kebijakan fiskal dapat tepat sasaran bagi nelayan dan pembudidaya.

“Pendataan KUSUKA ini bukan sekadar administrasi. Ini menjadi dasar agar negara benar-benar hadir membantu nelayan dan pembudidaya secara tepat,” jelasnya.

Yusuf menambahkan, pengembangan sektor kelautan tidak boleh berhenti pada penjualan hasil produksi mentah. Menurutnya, hilirisasi industri perikanan harus segera didorong agar memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi daerah.

Beberapa sektor yang mulai didorong antara lain industri pengolahan ikan seperti fillet ikan serta pengembangan industri kerajinan dari rumput laut.

Jika hilirisasi berjalan, maka akan tercipta lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan penerimaan pajak daerah,” katanya.

Dalam upaya penguatan sektor tersebut, peran penyuluh perikanan dinilai sangat strategis karena menjadi ujung tombak pendampingan masyarakat pesisir. Penyuluh bertugas melakukan pendataan, membina kelompok usaha seperti KUB dan Pokdakan, serta mendorong pengembangan usaha perikanan agar lebih profesional dan memiliki akses pembiayaan.

Selain itu, penyuluh juga berperan dalam mengedukasi masyarakat mengenai keberlanjutan lingkungan, termasuk pelestarian mangrove yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan ekowisata dan ekonomi karbon di masa depan.

Yusuf mengakui bahwa selama ini peran DKP belum sepenuhnya optimal. Karena itu, pihaknya berkomitmen melakukan transformasi kelembagaan agar lebih responsif terhadap kebutuhan nelayan dan pelaku usaha perikanan.

“Laut adalah aset terbesar Bumi Manakarra. DKP harus menjadi garda terdepan dalam mengelola potensi ini secara profesional dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah daerah dan penyuluh perikanan akan terus diperkuat agar kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan kondisi lapangan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamuju optimistis sektor kelautan dan perikanan dapat menjadi pilar utama ekonomi daerah sekaligus membuka peluang kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat pesisir.

Sudah saatnya kita menatap laut sebagai masa depan ekonomi Mamuju,” pungkas Yusuf. (ZUL)

Sikapi Konflik Global, Danrem 182/Jazira Onim Imbau Warga Tetap Tenang.

0

Fakfak, Redaksi.co – Komandan Korem (Danrem) 182/Jazira Onim, Kolonel Inf. Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han mengimbau masyarakat agar tetap tenang dalam menyikapi dinamika global yang berkembang, khususnya terkait konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Menurut Irwan, masyarakat tidak perlu merasa khawatir terhadap situasi keamanan nasional. Ia memastikan bahwa aparat keamanan, khususnya TNI, telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menghadapi kemungkinan dampak dari perkembangan situasi internasional tersebut.

Ia menegaskan bahwa kondisi keamanan di Indonesia hingga saat ini tetap berada dalam keadaan terkendali. Langkah kesiapsiagaan yang dilakukan TNI, lanjutnya, merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam menjaga stabilitas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Bentuk kesiapsiagaan yang dilakukan TNI merupakan tanggung jawab kami kepada masyarakat. Negara ini mempercayakan kami untuk menjaga keamanan, sehingga kesiapan personel maupun alutsista harus selalu dipastikan,” ujarnya.

Irwan juga menjelaskan bahwa status kesiapsiagaan yang sebelumnya sempat ditingkatkan merupakan prosedur rutin dalam sistem pertahanan negara. Namun, seiring perkembangan situasi, status tersebut kini telah kembali diturunkan setelah dinilai kondisi tetap stabil dan terkendali.

Selain membahas aspek keamanan, Danrem turut menyinggung kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Ia memastikan bahwa stok BBM nasional berada dalam kondisi aman dan tidak perlu menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Isu yang sempat berkembang sebelumnya sudah terjawab. Stok BBM aman dan status siaga juga sudah diturunkan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tutup Irwan.