Top 5 This Week

Related Posts

PHO Diduga Tak Turung Lapangan, Proyek Air Bersih di Kondo Bulo Kini Rusak

Redaksi.co MAMUJU : Harapan warga Desa Kondo Bulo, Kecamatan Kalumpang, Mamuju untuk menikmati fasilitas air bersih yang layak kini berubah menjadi kekecewaan besar. Proyek pengadaan air bersih yang baru beberapa bulan digunakan dilaporkan sudah mengalami kerusakan parah.

Warga menilai pekerjaan proyek tersebut diduga dikerjakan asal-asalan. Sambungan pipa disebut bocor di bagian hulu, sementara konstruksi penampungan air dinilai tidak layak dan mudah rusak saat diterjang banjir.

“Baru sekitar hitungan beberapa bulan dipakai masyarakat sudah rusak. Sambungannya bocor-bocor, penampungan air di hulu juga rusak, diduga tidak memakai pentil udara,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, melalui sambungan via WhatsApp, Senin 11 Mei 2026.

Yang lebih mengejutkan, sumber air disebut dipasang langsung di tengah aliran sungai tanpa adanya bangunan penahan atau bendungan pengaman. Kondisi itu membuat instalasi air sangat rentan diterjang arus deras saat debit sungai meningkat.

“Pipa langsung masuk ke air, tidak ada bendungan sama sekali. Posisinya juga di tengah sungai,” katanya.

Warga memperkirakan jaringan pipa yang dipasang mencapai sekitar 1,5 kilometer dengan menggunakan pipa plastik. Namun kualitas pekerjaan dinilai tidak mampu bertahan lama menghadapi kondisi alam di wilayah tersebut.

“Kalau banjir datang langsung rusak karena posisi penampungannya tinggi dan berada di tengah aliran sungai,” tambahnya.

Tak hanya kualitas pekerjaan yang dipersoalkan, warga juga menyoroti proses pemeriksaan proyek sebelum dinyatakan selesai. Mereka menduga tim PHO atau pemeriksa hasil pekerjaan tidak pernah turun langsung ke lokasi proyek.

“Saya sudah bilang jangan ditandatangani kalau belum turun lihat lokasi. Tapi masyarakat bilang mereka tidak masuk ke lapangan, hanya datang lalu kembali,” ujarnya.

Menurut warga, proyek tersebut bahkan belum genap satu tahun digunakan namun sudah tidak berfungsi normal. Akibatnya, masyarakat kembali kesulitan mendapatkan akses air bersih dan terpaksa mengandalkan sumber air lama.

Warga kini meminta pihak terkait bertanggung jawab atas kerusakan proyek yang dinilai merugikan masyarakat.

Kasihan masyarakat kalau air tidak ada. Harapan kami pekerjaan begini harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti sumber anggaran maupun nilai proyek pengadaan air bersih tersebut. Namun warga menduga anggaran proyek mencapai ratusan juta rupiah. (ZUL)

Popular Articles