Fakfak, Redaksi.co – Pernyataan Anggota DPD RI asal Papua Barat, Paul Finsen Mayor, terkait pemanfaatan dana Otonomi Khusus (Otsus) bagi masyarakat Papua belakangan menjadi perhatian publik.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan dana Otsus yang benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana tersebut perlu terus diperkuat agar tujuan utama Otsus dapat tercapai.
Ia bahkan mendorong agar pengelolaan dana di sejumlah lembaga dapat diaudit guna memastikan penggunaannya tepat sasaran serta dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Di sisi lain, Paul Finsen Mayor juga menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Bupati Fakfak Samaun Dahlan bersama Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik yang dinilai berhasil menggulirkan program pendidikan gratis dan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di Kabupaten Fakfak.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan contoh nyata pemanfaatan dana Otsus yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya pada sektor dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Dalam pernyataannya, Paul bahkan mengajak para pejabat di Papua untuk melihat contoh yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Fakfak.
“Pejabat-pejabat di Papua harus belajar dari kepala daerah di Fakfak. Bupati Fakfak bukan Orang Asli Papua, tetapi beliau mampu membuat kebijakan pendidikan gratis dan kesehatan gratis dengan memanfaatkan dana Otsus untuk kepentingan masyarakat,” ujar Paul.
Ia juga menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya terhadap kepemimpinan Samaun Dahlan yang dinilainya memiliki kepedulian besar terhadap masyarakat Papua.
“Saya hormat dan respek kepada Bupati Fakfak, Bapak Samaun Dahlan. Beliau bukan Orang Asli Papua, tetapi memiliki kepedulian dan hati yang besar untuk masyarakat Papua,” katanya.
Program pendidikan dan layanan kesehatan gratis tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Fakfak yang mulai dijalankan sejak pasangan Samaun Dahlan dan Donatus Nimbitkendik dilantik pada 20 Februari 2025.
Kebijakan ini menyasar seluruh masyarakat di Kabupaten Fakfak tanpa membedakan latar belakang, baik Orang Asli Papua maupun masyarakat non-Papua, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan dasar yang merata bagi seluruh warga.
Pernyataan Paul Finsen Mayor tersebut juga ramai diperbincangkan di media sosial setelah potongan videonya beredar luas.
Apresiasi tersebut sekaligus menjadi sorotan mengenai pentingnya pengelolaan dana Otsus secara efektif agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Papua.







