
Jakarta — Untuk pertama kalinya di Indonesia, istighosah kubro digelar oleh Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN) Gus Rofi’i, di Kampung Family, Lebak Bulus, Cinere, Jakarta Selatan. Suasana penuh kekeluargaan dan khidmat menyelimuti jalannya acara yang dihadiri para ulama, kyai, serta sejumlah organisasi keagamaan.
Kegiatan tersebut mengangkat tema doa untuk kemenangan Iran serta perdamaian dunia. Sejumlah tokoh agama hadir memimpin doa bersama, di antaranya Muhammad Ali Rahman, Rahmat Zailani Kiki, Alawi Nurul Alam, serta TB Mogi Nur Fadhil.
Acara ini juga dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari Majelis Ulama Nasional, Laskar PWI LS, BKN Banten, hingga insan media dan para santri.
Dalam keterangannya, Gus Rofi’i menegaskan bahwa istighosah kubro tersebut merupakan bentuk ikhtiar spiritual untuk mendoakan perdamaian global tanpa memandang latar belakang agama. Ia menilai, perdamaian dunia merupakan hak seluruh manusia.
Menurutnya, di tengah keterbatasan kekuatan dan yang bisa bangsa Indonesia lakukan, doa menjadi sarana utama masyarakat dalam merespons konflik di berbagai belahan dunia, termasuk di Iran.
Selain itu, Gus Rofi’i menyampaikan keprihatinannya atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon, yakni Pratu Anumerta Rachmat Hidayat, Pratu Anumerta Andika Pratama, dan Pratu Anumerta Dwi Cahyo. Ia mengecam keras segala bentuk kekerasan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, terlebih dalam misi kemanusiaan.
Menurutnya, peristiwa tersebut bukan sekadar persoalan negara, melainkan tragedi kemanusiaan yang harus menjadi perhatian bersama.
Gus Rofi’i juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap kerja sama internasional yang melibatkan Indonesia agar tetap berpijak pada kedaulatan nasional tanpa tekanan pihak luar.
Terkait perbedaan mazhab Sunni dan Syiah, ia menekankan bahwa hal tersebut tidak seharusnya menjadi penghalang dalam membangun solidaritas kemanusiaan. Ia menilai, esensi ajaran adalah keberpihakan pada nilai kemanusiaan dan kebenaran.
Di akhir pernyataannya, Gus Rofi’i menyampaikan harapan kepada Presiden Prabowo Subianto agar menunjukkan sikap tegas terhadap isu global, khususnya terkait keselamatan prajurit Indonesia di luar negeri.
Ia berharap kepemimpinan nasional mampu berdiri tegak, berani menyuarakan kebenaran, serta menunjukkan keberpihakan pada nilai kemanusiaan.





