Perkuat Pala sebagai Komoditas Unggulan, Widhi: Akses Permodalan Jadi Kendala Utama.

0
53

Fakfak, Redaksi.co – Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menyampaikan bahwa komoditas pala sebagai unggulan daerah masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar, terutama terkait keterbatasan akses permodalan bagi petani.

Hal tersebut disampaikannya saat memaparkan materi dalam forum group discussion (FGD) antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak, Kamis (16/4/2026).

Menurut Widhi, selain persoalan permodalan, sektor pala juga dihadapkan pada tantangan lain seperti tata niaga, standar mutu, serta disparitas harga antara petani dan pedagang.

“Ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan daya saing dan keberlanjutan sektor perkebunan pala,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai langkah pembenahan terus dilakukan, mulai dari penguatan kelembagaan petani, peningkatan kualitas produksi, hingga perbaikan sistem distribusi dan pemasaran.

Upaya tersebut, lanjutnya, diharapkan mampu menciptakan distribusi manfaat ekonomi yang lebih merata bagi seluruh pelaku usaha di sektor pala.

Widhi juga menekankan pentingnya peran sektor keuangan dalam mendukung pengembangan komoditas ini. Skema pembiayaan yang sesuai dengan karakteristik usaha perkebunan dinilai sangat dibutuhkan, mengingat siklus produksi pala yang berbeda dengan sektor usaha lainnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mendorong kemajuan sektor pala di Fakfak. Melalui forum diskusi yang melibatkan pemerintah, otoritas keuangan, perbankan, dan pelaku usaha, diharapkan dapat terbangun kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan.

“Dengan kolaborasi yang solid, pala Fakfak tidak hanya mampu bertahan sebagai komoditas unggulan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.