Perayaan HUT Fakfak Disorot, Seniman Senior Minta Pemerintah Beri Ruang Anak Daerah

0
57

FAKFAK, Redaksi.co – Kritik terhadap perayaan HUT Fakfak ke-125 kembali muncul, kali ini dari seniman senior daerah, Fachry Tura. Dalam pernyataannya pada Sabtu (15/11/2025), Fachry menilai bahwa gelaran tahun ini belum mencerminkan penghargaan yang layak bagi para pelaku seni lokal yang selama ini berkontribusi pada kehidupan budaya Fakfak.

Fachry, yang telah 25 tahun berkarya dan dikenal sebagai penggagas festival band pertama di Fakfak pada 2003, menilai bahwa perayaan HUT tahun ini justru menunjukkan kemunduran dalam hal ruang bagi talenta daerah.

“Saya melihat ada penurunan kualitas. Keterlibatan teman-teman muda pelaku seni—tari, musik, dan lainnya—semakin sedikit,” ujarnya.

Dominasi Artis Luar di Panggung Utama

Ia menyoroti komposisi penampil di malam puncak yang dinilainya tak berpihak kepada seniman lokal. Dari lima penampil utama, hanya satu yang berasal dari Fakfak, sementara lainnya didatangkan dari luar daerah.

“Dari lima penampil, hanya satu dari Fakfak. Lainnya artis luar. Kita bisa bayangkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan,” kata Fachry.

Menurutnya, dominasi tersebut bukan hanya menghilangkan kesempatan tampil bagi musisi dan seniman Fakfak, tetapi juga membuat perputaran ekonomi acara berjalan ke luar daerah.

“Bayaran untuk artis luar itu besar, dan uangnya tidak berputar di Fakfak. Padahal pelaku seni lokal butuh ruang dan dukungan agar tetap hidup,” tambahnya.

Seni Harus Jadi Prioritas, Bukan Penggembira

Fachry menyebut banyak kota besar menjadikan seni sebagai bagian penting pembangunan. Fakfak, menurutnya, perlu menata ulang sudut pandang dalam mengelola perayaan kota.

“Kalau memang mau datangkan artis luar, cukup satu saja. Sisanya beri panggung penuh kepada seniman lokal,” tegasnya.

Ajakan untuk Lebih Reflektif di Hari Jadi Fakfak

Menutup pesannya, Fachry berharap masyarakat tetap menjadikan HUT Fakfak ke-125 sebagai momentum refleksi, bukan sekadar euforia.

“Selamat hari jadi Kota Fakfak ke-125. Ingat jang hanya bajoget. Mari kita gunakan momen ini untuk melihat kembali apa yang bisa kita bangun bersama demi Fakfak,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa perayaan hari ulang tahun seharusnya mampu mengangkat seni dan budaya daerah, sambil memastikan pelaku seni lokal mendapatkan ruang yang layak sebagai bagian dari identitas kota.