Redaksi.co, Jakarta | Film drama Penerbangan Terakhir produksi VMS Studio menggelar press screening dan press conference di XXI Epicentrum, Senin (12/1). Film yang dibintangi Jerome Kurnia, Nadya Arina, dan Aghni Haque.
Mengambil latar dunia penerbangan, Penerbangan Terakhir mengangkat kisah skandal sekaligus relasi manipulatif yang kerap luput disadari. Cerita berpusat pada Tiara (Nadya Arina), pramugari baru yang minim pengalaman percintaan dan terjebak dalam hubungan manipulatif dengan Kapten Deva (Jerome Kurnia), pilot muda yang dikenal karismatik.
Melalui karakter Tiara, film ini menyoroti perjuangan perempuan untuk bangkit setelah menjadi korban manipulasi. Sosok Tiara digambarkan sebagai representasi banyak perempuan, sementara proses kebangkitannya menjadi simbol kemenangan personal sekaligus kolektif.
“Meski latar belakang dunia di film ini adalah dunia penerbangan, tetapi menurutku secara cerita dan dinamika karakter akan banyak relate ke penonton. Ini sering terjadi di sekitar kita. Kalau ada laki-laki yang sudah kasih pujian berlebihan, nah itu sudah waktunya untuk mundur perlahan. Jangan sampai nantinya terjebak di hubungan yang manipulatif.” ujar Nadya Arina.
“Kalau ada laki-laki yang sudah kasih pujian berlebihan, nah itu sudah waktunya untuk mundur perlahan. Jangan sampai nantinya terjebak di hubungan yang manipulatif,” tambahnya.
Jerome Kurnia mengungkapkan tantangan emosional saat memerankan Kapten Deva. “Kapten Deva ini memang sangat kompleks orangnya. Tapi satu yang paling sulit adalah ada satu adegan pertengkaran antara Deva dan Tiara, di mana Deva itu ingin mengambil kembali cintanya si Tiara dan di situ ada pertengkaran hebat yang terjadi dan naik turunnya secara emosi susah sekali. Karena emosinya susah, kamera angle-nya susah,” katanya.
Disutradarai Benni Setiawan dan diproduseri Tony Ramesh dengan produser eksekutif Shalu T.M., film ini sebelumnya terpilih sebagai salah satu Hot Picks oleh media film internasional Variety.
“Bagi kami di VMS Studio, cerita ini penting untuk diceritakan, sebagai bagian dari edukasi. Belajar dari pengalaman, apapun kesalahan kita, kita bisa bangkit dari kesalahan itu, dan karakter Tiara menunjukkannya,” ujar Tony Ramesh.







