Pendidikan di Mamasa Terpuruk, SDN 007 BOTTENG Diduga Berulang Kali “Libur di Luar Aturan”

0
17

Redaksi.co MAMASA : Dunia pendidikan di Kabupaten Mamasa tercoreng. SDN 007 Botteng di Dusun Kata-Kata, Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, menjadi sorotan tajam publik setelah diduga berulang kali meliburkan kegiatan belajar mengajar di luar kalender akademik resmi.

Ironisnya, ini bukan kali pertama sekolah tersebut menjadi perhatian. Namun hingga kini, belum terlihat langkah tegas dari otoritas pendidikan setempat.

Di tengah medan perbukitan yang menantang, anak-anak Dusun Kata-Kata setiap hari mempertaruhkan tenaga dan semangat demi menggapai pendidikan. Mereka berjalan kaki berkilo-kilometer, menembus jalan terjal dan cuaca tak menentu. Namun perjuangan itu kerap berujung pahit—gerbang sekolah sepi, ruang kelas kosong, tanpa guru.

Fenomena “libur mendadak” ini disebut-sebut bukan kejadian sesaat, melainkan masalah menahun yang seolah dibiarkan.

Bukan cuma kali ini, sudah sering sekali tidak ada guru. Padahal anak-anak kami banyak yang jalan kaki jauh. Kasihan niat belajar mereka terpatahkan karena sekolah kosong,” ungkap salah satu orang tua siswa dengan nada getir, meminta identitasnya dirahasiakan.

Kondisi ini memantik reaksi keras dari kalangan pemerhati pendidikan di Mamasa. Stenly Gadion Buntukareang menilai ketidakhadiran tenaga pengajar secara berulang merupakan cermin buruknya pengawasan dan lemahnya tanggung jawab institusi.

Ini bukan sekadar soal guru tidak masuk. Ini soal hak dasar anak-anak yang diabaikan. Kami mendesak Bupati Mamasa dan Dinas Pendidikan untuk berhenti diam. Jangan hanya duduk di belakang meja sementara pendidikan di pelosok hancur,” tegas Stenly.

Menurutnya, kegagalan menghadirkan proses belajar yang konsisten di wilayah terpencil adalah bentuk ketimpangan yang tak bisa lagi ditoleransi. Apalagi, ini adalah kali kedua SDN 007 Botteng menjadi sorotan dengan persoalan serupa.

Stenly juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja guru dan kepala sekolah, serta penerapan sanksi tegas jika terbukti ada kelalaian.

“Kalau tidak ada tindakan nyata, kualitas pendidikan Mamasa akan semakin tertinggal. Jangan sampai semangat belajar anak-anak pelosok dipadamkan oleh kelalaian birokrasi,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah konkret yang akan diambil. Upaya konfirmasi kepada Kepala Sekolah SDN 007 Botteng juga masih terus dilakukan. (ZUL)