Pemerintah Pusat Kucurkan Rp14 Miliar Lebih untuk Rehabilitasi Jaringan Irigasi

0
310

Pemerintah Pusat Kucurkan Rp14 Miliar Lebih untuk Rehabilitasi Jaringan Irigasi Remening Komplek di Lombok Barat

Gerung, Redaksi.co – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pembangunan infrastruktur pertanian. Salah satunya melalui proyek rehabilitasi jaringan irigasi di wilayah Remening Komplek, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Proyek ini merupakan bagian dari program strategis nasional dalam bidang sumber daya air yang dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I. Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan ini mengacu pada kontrak kerja nomor HK.02.03-AS/KONT/SK.IRWA I/196, yang ditandatangani pada 10 Maret 2025, dengan nilai kontrak mencapai Rp14.166.155.717,-. Dana ini sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025.

Pekerjaan rehabilitasi dijadwalkan berlangsung selama 295 hari kalender atau sekitar 10 bulan, dan dikerjakan oleh CV. Ammar Jaya Mandiri dengan pengawasan teknis dari PT. Wahana Prakarsa sebagai konsultan supervisi. Proyek ini diproyeksikan akan memberikan dampak positif terhadap sistem pengairan lahan pertanian di kawasan tersebut, yang selama ini mengalami penurunan fungsi akibat usia jaringan irigasi yang sudah lama dan kerusakan struktural di beberapa titik.

Kepala Desa Taman Ayu, M. Tajudin, S.Sos, saat ditemui Redaksi.co menyambut baik pelaksanaan proyek ini. Menurutnya, kehadiran irigasi yang baik merupakan kebutuhan vital bagi para petani di wilayahnya.

> “Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dalam mendanai proyek ini. Sudah sejak lama masyarakat mengeluhkan jaringan irigasi yang kurang optimal, terutama saat musim tanam. Harapan kami, setelah rehabilitasi ini selesai, produktivitas pertanian warga bisa meningkat signifikan,” ujar M. Tajudin, S.Sos.

 

Sementara itu, perwakilan dari Dinas PUPR Provinsi NTB, Ir. Adi Nugraha, MT., menyampaikan bahwa proyek ini adalah bagian dari upaya menyeluruh dalam memperbaiki sistem irigasi teknis di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.

> “Kami terus berkoordinasi dengan BBWS dan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan setiap proyek berjalan sesuai rencana. Irigasi yang baik akan sangat menentukan keberhasilan program pertanian berkelanjutan. Selain itu, proyek ini juga menyerap tenaga kerja lokal yang membantu perputaran ekonomi di desa,” terang Adi Nugraha.

 

Pelaksanaan proyek juga menekankan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sebagaimana tercantum dalam papan proyek: “Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja”. Langkah ini sejalan dengan standar pelaksanaan proyek infrastruktur nasional agar berjalan aman, efisien, dan ramah lingkungan.

Masyarakat di sekitar lokasi proyek pun berharap pekerjaan ini dapat selesai tepat waktu dan membawa manfaat besar bagi pengairan sawah, terutama menjelang musim tanam berikutnya.

Read : HS2025

Sumber : Redaksi.co