Pemanas Papua Datangi DPRK Fakfak, Suarakan Harapan Hidup Layak di Tanah Sendiri

0
89

Fakfak, Redaksi.co – Persatuan Mama-Mama Asli Papua (PEMANAS Papua) Kabupaten Fakfak menggelar audiensi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Fakfak, Jumat (23/01/2026). Dalam audiensi tersebut, mama-mama Papua menyampaikan berbagai tuntutan kepada pemerintah daerah melalui DPRK Fakfak, menyangkut hak ekonomi, sosial, hingga perlindungan lingkungan.

Koordinator PEMANAS Papua, Lusia Patiran, kepada media ini menegaskan bahwa mama-mama Papua tidak meminta perlakuan istimewa, melainkan hanya ingin dihargai di atas tanah leluhur mereka sendiri.

“Kami tidak butuh dihormati, tapi kami minta dihargai di atas negeri sendiri, di atas tanah leluhur kami, Tanah Papua,” tegas Lusia Patiran.

Dalam audiensi tersebut, PEMANAS Papua menyampaikan enam poin tuntutan utama. Pertama, pemerintah daerah diminta memastikan lokasi pembangunan pasar khusus mama-mama asli Papua di Kabupaten Fakfak. Kedua, pemerintah diminta segera membangun pondok pinang permanen sebagai tempat berjualan yang layak bagi mama-mama Papua.

Ketiga, PEMANAS Papua meminta alokasi dana pinjaman khusus untuk mama-mama Papua guna mendukung permodalan usaha.

Keempat, pemerintah daerah diminta memberi perhatian serius terhadap pendidikan anak-anak asli Papua serta jaminan kesehatan, khususnya bagi keluarga mama-mama Papua.

Kelima, DPRK dan pemerintah daerah diminta lebih memperhatikan keterlibatan Orang Asli Papua dalam jabatan birokrasi di lingkungan Pemkab Fakfak.

Keenam, PEMANAS Papua juga menegaskan penolakan terhadap perusakan hutan dan alam Papua, karena hutan merupakan jaminan masa depan generasi Papua ke depan.

Lusia Patiran berharap DPRK Fakfak dapat mengawal seluruh aspirasi tersebut agar ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Ia menegaskan, mama-mama Papua ingin dilibatkan dalam setiap kebijakan yang menyangkut kehidupan mereka.

Audiensi ini berlangsung dengan suasana tertib dan penuh harapan, sebagai bentuk perjuangan mama-mama Papua untuk mendapatkan keadilan sosial dan kesejahteraan di Tanah Papua.