PAD Jember Menembus Rp1 Triliun, Penanda Kuat Kemandirian Fiskal Daerah

0
79

JEMBER, redaksi.co – Kabupaten Jember mencatatkan tonggak sejarah baru dalam pengelolaan keuangan daerah. Untuk pertama kalinya dalam 26 tahun terakhir, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jember berhasil menembus angka Rp1 triliun, tepatnya mencapai Rp1,024 triliun pada tahun anggaran 2025. Capaian tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Aula Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jember, Selasa (6/1/2026).

Capaian ini bukan sekadar deretan angka statistik, melainkan simbol kuat kebangkitan kemandirian fiskal daerah, sekaligus penegasan arah pembangunan Jember Baru, Jember Maju, dan Jember yang mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.

Pada tahun sebelumnya, PAD Jember tercatat sebesar Rp774 miliar. Lonjakan signifikan ini menunjukkan kenaikan sekitar 32,36 persen, sebuah lompatan besar yang menuai apresiasi luas, baik di tingkat regional maupun nasional. Peningkatan tersebut dinilai sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi lokal tanpa membebani masyarakat.

Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa ketergantungan terhadap transfer dari pemerintah pusat tidak dapat terus dijadikan sandaran utama pembangunan daerah.

“Transfer dari pusat tidak akan semakin besar. Itu bagian dari strategi pemerintah pusat untuk mendorong daerah agar menunjukkan kemandirian dan kemajuan masing-masing,” tegasnya.

Selama hampir satu dekade terakhir, target PAD Jember kerap tak tercapai secara maksimal. Namun pada tahun 2025, optimalisasi PAD akhirnya berhasil dilakukan tanpa menaikkan pajak.

“Kami meyakini, menaikkan pajak bukanlah solusi utama. Yang jauh lebih penting adalah menutup kebocoran-kebocoran yang selama ini terjadi. Kami tidak ingin rakyat kecil di Jember tercekik,” ujar Fawait.

Sebaliknya, pemerintah daerah justru mengambil langkah progresif dengan menurunkan sejumlah beban masyarakat, termasuk kontribusi di pasar-pasar tradisional. Kebijakan ini menjadi wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap penguatan ekonomi kerakyatan.

“Kami meminta seluruh tim di Bapenda bekerja lebih serius dan transparan. PAD yang besar harus lahir dari tata kelola yang bersih, bukan dari menekan rakyat,” tambahnya.

Ke depan, sektor pariwisata akan menjadi salah satu fokus utama dalam penguatan PAD. Menurut Fawait, daerah yang maju adalah daerah yang mampu mengelola serta mempromosikan potensi wisatanya secara optimal.

“Kami berharap seluruh pihak, termasuk insan pers, ikut mempromosikan Kabupaten Jember agar potensi wisata kita bangkit dan dikenal luas,” katanya.

Selain sektor pariwisata, pemerintah daerah juga akan membentuk tim khusus dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk melakukan pendataan serta penelusuran aset-aset daerah yang selama ini belum teridentifikasi atau belum dikelola secara maksimal.

Tak kalah penting, kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) turut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“ASN harus kita muliakan dan kita sejahterakan terlebih dahulu, agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” ungkap Fawait.

Di sektor kesehatan, pemerintah daerah berkomitmen mengembalikan semangat pelayanan publik yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

“Kita ingin Jember kembali kuat di sektor kesehatan. Bukan memanfaatkan orang sakit, tetapi memastikan pelayanan berjalan adil, manusiawi, dan mengutamakan keselamatan rakyat,” pungkasnya.

Dengan capaian PAD yang menembus Rp1 triliun, Kabupaten Jember menegaskan langkah mantap menuju daerah yang mandiri secara fiskal, berdaya saing tinggi, dan konsisten berpihak pada rakyat kecil.

Reporter: Sofyan