Nelayan Jatuh dari Kapal di Perairan Majene, Operasi SAR Hari Kedua Masih Nihil

0
41

Redaksi.co MAJENE : Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mamuju kembali melanjutkan Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) hari kedua terhadap seorang nelayan yang dilaporkan jatuh dari kapal saat melaut di Perairan Majene, Sulawesi Barat, Jumat (30/01/2026). Hingga petang, korban belum berhasil ditemukan.

Korban diketahui bernama Muh. Rifai (32), seorang nelayan asal setempat, yang hingga kini masih berstatus Dalam Pencarian (DP). Insiden tersebut terjadi di perairan Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene.

Pada operasi SAR hari kedua, Tim SAR Gabungan memulai pencarian sejak pukul 07.00 WITA dengan membagi area pencarian ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). Luas area yang disisir mencapai sekitar 32 Nautical Mile (Nm), dengan metode pencarian melalui jalur laut serta pemantauan visual di sekitar lokasi kejadian.

Namun, hingga pukul 18.00 WITA, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Operasi SAR kemudian dihentikan sementara dan dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Sabtu (31/01/2026) pukul 07.00 WITA.

Operasi ini melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya Rescuer Unit Siaga SAR Majene, TNI AL, Polsek Tubo Sendana, POSPOL Kecamatan Tubo, BPBD Majene, Mapala Unsulbar, serta masyarakat setempat. Sejumlah sarana turut dikerahkan, termasuk 1 unit D-Max Box Compartement, 1 unit RIB 01, 1 unit perahu karet, serta peralatan navigasi, komunikasi, medis, dan evakuasi.

Kondisi cuaca selama operasi dilaporkan cerah berawan dengan kecepatan angin berkisar 1–20 km/jam dari arah tenggara hingga barat laut, sehingga relatif mendukung proses pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Mamuju menegaskan bahwa pencarian akan terus dimaksimalkan hingga korban ditemukan, dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam operasi. (ZUL)