MUSDA KNPI NTB 2025 MEMANAS: DAUD UNGGUL, SAIDIN DAN MUKMIN JADI MAGNET BARU PEMUDA
Mataram – Redaksi.co Suhu politik kepemudaan di Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin menghangat menjelang Musyawarah Daerah (MUSDA) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTB yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Desember 2025. Dinamika ini kian terasa setelah hasil polling Pollingkita.com yang beredar pada Selasa (4/11/2025) menunjukkan pergerakan signifikan dukungan terhadap sejumlah figur calon Ketua DPD KNPI NTB.

Dalam hasil polling tersebut, Daud A Gerung berada di posisi teratas dengan perolehan 28 suara (51%). Di posisi berikutnya menyusul Al Mukmin Betika dengan 15 suara (27,3%), Saidin Al Fajri meraih 8 suara (14,6%), sementara Khairunnisa mengumpulkan 3 suara (5,5%) dan Mursidin hanya memperoleh 1 suara.
Saidin vs Mukmin, Duet atau Duel?
Dua nama yang paling ramai menjadi bahan diskusi publik adalah Saidin Al Fajri, S.H. dan Al Mukmin Betika, M.Pd. Keduanya dianggap memiliki kekuatan berbeda namun saling melengkapi, sehingga memunculkan wacana kemungkinan “duet” di Musda nanti.

Saidin membawa gagasan modern bertajuk “Pemuda Maju Mendunia”, yang menitikberatkan edukasi digital dan konektivitas global. Sedangkan Al Mukmin tampil dengan semangat “Pemuda BANTENG”, simbol ketegasan dan militansi dalam memperjuangkan hak-hak pemuda NTB.
Rumor duet keduanya pun mencuat dari berbagai forum diskusi. Banyak pihak menilai kombinasi tersebut dapat menjadi momentum persatuan pemuda NTB lintas organisasi.
Daud A Gerung, Kuda Hitam yang Berlari Kencang

Di tengah euforia dua nama besar tersebut, Daud A Gerung justru menjadi sosok yang paling mencuri perhatian berkat posisinya di puncak polling. Meski demikian, Daud memberi respons yang tenang dan objektif terkait hasil tersebut.
> “Saya berterima kasih kepada teman-teman pemuda yang memberikan dukungan melalui polling. Namun bagi saya, ini bukan kemenangan, ini hanya indikator awal bahwa diskusi tentang arah KNPI NTB berjalan positif. Semua kandidat punya kapasitas, dan saya menghormati mereka,” ujar Daud saat dimintai tanggapan.
Ia juga menegaskan bahwa Musda harus dilihat sebagai ajang persatuan, bukan pertandingan yang memecah belah.
> “Kita harus menjadikan Musda sebagai ruang konsolidasi bersama. Siapa pun yang terpilih nantinya harus menjadi representasi semua pemuda NTB,” tambahnya.
Daud menutup pernyataannya dengan komitmen untuk terus berkomunikasi dengan seluruh elemen kepemudaan.
> “Saya siap bekerja sama dengan siapa pun, termasuk para kandidat lain. Tujuan kita sama, yaitu memajukan pemuda NTB.”

Menuju Musda yang Paling Dinamis
Musda KNPI NTB 2025 diprediksi akan menjadi salah satu yang paling kompetitif dalam satu dekade terakhir. Pertarungan kali ini bukan hanya soal kekuatan dukungan, tetapi juga visi dan kemampuan membaca kebutuhan generasi muda NTB.
Agenda Musda pada 15 Desember 2025 diyakini menjadi titik penting bagi konsolidasi pemuda lintas organisasi, terutama dalam menghadapi tantangan era digital, ekonomi kreatif, hingga isu lingkungan.
Kini publik menunggu apakah:
Daud mampu mempertahankan tren positifnya,
Saidin dan Al Mukmin mengambil strategi penyatuan,
atau dinamika baru justru muncul menjelang Musda.
Jawabannya akan menentukan arah perjalanan dan wajah baru pemuda NTB pasca-2025.
—
Sumber: Media Nasional Investigasi – Redaksi.co
Read: Abach Uhel







