MODAL AWAL KOPERASI MERAH PUTIH CAPAI RP3 MILIAR PER UNIT, BUKAN HIBAH TAPI PINJAMAN BERGULIR

0
90

MODAL AWAL KOPERASI MERAH PUTIH CAPAI RP3 MILIAR PER UNIT, BUKAN HIBAH TAPI PINJAMAN BERGULIR

Lombok Barat – Redaksi.co
Pemerintah pusat menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi desa melalui program Koperasi Merah Putih. Setiap koperasi yang terbentuk akan mendapatkan modal awal sebesar Rp3 miliar. Namun, dana tersebut bukan hibah, melainkan pinjaman bergulir dengan tenor selama enam tahun.

Hal ini disampaikan oleh Rohadi Wijaya, SH., C.MH, pemerhati kebijakan publik sekaligus lawyer yang akrab disapa “Lowyer Pirang” asal Lombok Barat. Ia menegaskan bahwa program ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis koperasi.

“Ini bukan bagi-bagi uang gratis, tapi plafon pinjaman yang harus dikelola dan dikembalikan dalam jangka waktu tertentu. Pemerintah memberikan kepercayaan, dan koperasi harus membuktikan bahwa mereka layak,” ungkap Rohadi kepada Redaksi.co, Minggu (18/5/2025).

Ia juga menyampaikan harapan agar program ini tidak hanya berhenti di pusat, namun juga menyentuh daerah-daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama desa-desa di Kabupaten Lombok Barat. “Saya berharap koperasi-koperasi di Lombok Barat juga mendapat perhatian dan akses terhadap program ini. Potensi ekonomi desa kita sangat besar jika ditopang oleh manajemen koperasi yang sehat,” ujarnya.

Dalam program ini, dana pinjaman dapat digunakan sesuai proposal koperasi. Misalnya, untuk membangun gudang, fasilitas produksi, atau pengembangan usaha lainnya, selama sesuai rencana dan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

Penulis: HS2025 Abach Uhel
Sumber: Redaksi.co