
Jakarta – Jakarta kembali menjadi pusat perhatian industri manufaktur Asia. Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita resmi membuka Indo Leather & Footwear (ILF) Expo dan Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Kamis (6/8), sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah serius mendorong kebangkitan industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen nasional.
Pameran internasional yang telah memasuki penyelenggaraan ke-19 ini diikuti 210 peserta, termasuk 50 UMKM Indonesia, serta perusahaan dari 14 negara seperti Italia, China, Jerman, Korea Selatan, India, Vietnam, hingga Uni Emirat Arab. Kehadiran puluhan perusahaan global menunjukkan tingginya minat investor dan pelaku industri terhadap pasar manufaktur Indonesia.
“Pameran ini bukan sekadar ajang pamer produk, tetapi arena perebutan peluang investasi, ekspor, dan kemitraan strategis yang dapat mendorong industri nasional naik kelas,” ujar Agus Gumiwang saat membuka acara.
Tak hanya menjadi etalase teknologi, pameran ini juga menjadi titik temu antara produsen lokal dengan buyer internasional, investor, dan asosiasi industri. Melalui program Business Matching dan Networking Cocktail Dinner, peserta mendapat kesempatan bertemu langsung dengan calon mitra bisnis dari dalam maupun luar negeri untuk menjajaki kontrak dagang dan investasi.
Krista Exhibitions Group menargetkan ILF & IGT Expo 2026 mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen di kawasan Asia, sekaligus membuka akses lebih luas ke pasar ekspor global.
Forum tersebut membahas isu-isu krusial seperti revitalisasi industri padat karya, transformasi digital, peningkatan investasi manufaktur, penguatan UMKM dan IKM, hingga peluang ekspor melalui Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Suasana pameran semakin semarak dengan The Fashion Show yang menampilkan karya terbaru dari industri kulit, alas kaki, tekstil, dan fesyen nasional, memperlihatkan bahwa inovasi lokal semakin siap bersaing di panggung internasional.
Dengan dukungan penuh dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta berbagai asosiasi seperti APRISINDO, APRINDO, APPMI, APKI, dan APGAI, ILF & IGT Expo 2026 diharapkan menjadi motor penggerak investasi, ekspor, dan transformasi industri manufaktur Indonesia menuju pasar global.
