Menlu RI Sugiono: Diplomasi Indonesia Harus Perkuat Ketahanan Nasional di Tengah Dunia yang Rapuh

0
31

Redaksi.co, Jakarta | Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan bahwa diplomasi Indonesia ke depan akan difokuskan pada penguatan ketahanan nasional di tengah situasi global yang semakin tidak menentu. Hal itu disampaikan dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri (PPTM) 2026 yang digelar di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (14/1).

Menurut Sugiono, dunia saat ini diwarnai oleh konflik, fragmentasi geopolitik, serta melemahnya kepercayaan terhadap tatanan internasional. Dalam kondisi tersebut, Indonesia memilih untuk tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif yang adaptif, dengan berangkat dari kepentingan rakyat dan kebutuhan nasional.

“Diplomasi harus dimulai dari rumah. Negara yang kuat di dalam akan memiliki daya tawar di luar,” ujar Sugiono.

Ia menekankan pentingnya diplomasi ketahanan yang mencakup aspek keamanan, ekonomi, perlindungan warga negara, hingga penguatan peran Indonesia di kawasan dan forum global. Sepanjang 2025, Indonesia mencatat kemajuan dalam penyelesaian batas wilayah, penguatan kerja sama pertahanan, serta diplomasi ekonomi untuk menjaga stabilitas dan kemandirian nasional.

Sugiono juga mengatakan komitmen Indonesia terhadap ASEAN, multilateralisme, serta perjuangan kemanusiaan, termasuk dukungan berkelanjutan bagi Palestina. Di sisi lain, perlindungan WNI dan pemberdayaan diaspora disebut sebagai pilar utama yang terus diperkuat oleh Kemenlu RI.

Menutup pernyataannya, Sugiono menyampaikan keyakinan bahwa diplomasi Indonesia akan terus hadir dengan prinsip, keberanian, dan kepercayaan untuk menjawab tantangan global serta membawa manfaat nyata bagi rakyat.