Mamuju Siapkan Laut sebagai Mesin Ekonomi Baru, Produksi Perikanan Ditargetkan Meningkat

0
10

Redaksi.co MAMUJU : Pemerintah Kabupaten Mamuju mulai memaksimalkan potensi sektor kelautan dan perikanan sebagai mesin penggerak ekonomi baru daerah. Dengan garis pantai sepanjang 275 kilometer yang langsung menghadap Selat Makassar, wilayah yang dikenal sebagai Bumi Manakarra dinilai memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mamuju, Muhammad Yusuf, mengatakan potensi kelautan yang dimiliki daerah tersebut harus dikelola secara strategis dan terintegrasi agar mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan dan pembudidaya.

Menurut Yusuf, secara geografis Mamuju berada di jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang menjadi lintasan berbagai jenis ikan pelagis bernilai ekonomi tinggi, seperti tuna, cakalang, tongkol, dan kerapu.

Potensi laut kita sangat besar. Jika dikelola dengan sistem yang modern dan transparan, sektor perikanan dapat menjadi sumber PAD yang signifikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan,” ujar Yusuf.

Ia menjelaskan, produksi perikanan di Kabupaten Mamuju saat ini mencapai sekitar 11.000 ton per tahun. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan produksi secara signifikan pada periode 2026 hingga 2027 melalui penguatan tata kelola perikanan, termasuk penerapan sistem manajemen yang lebih modern di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Selain sektor penangkapan ikan, DKP juga menaruh perhatian besar pada pengembangan sektor budidaya yang dinilai memiliki potensi ekonomi besar. Beberapa wilayah seperti Kecamatan Mamuju, Kalukku, dan Papalang disebut sangat potensial untuk pengembangan udang vaname serta budidaya rumput laut jenis Eucheuma cottonii.

Untuk memperkuat basis data pelaku usaha kelautan dan perikanan, DKP bersama para penyuluh perikanan juga tengah mengintensifkan pendataan melalui Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA). Program ini bertujuan memastikan berbagai bantuan pemerintah, akses permodalan, hingga kebijakan fiskal dapat tepat sasaran bagi nelayan dan pembudidaya.

“Pendataan KUSUKA ini bukan sekadar administrasi. Ini menjadi dasar agar negara benar-benar hadir membantu nelayan dan pembudidaya secara tepat,” jelasnya.

Yusuf menambahkan, pengembangan sektor kelautan tidak boleh berhenti pada penjualan hasil produksi mentah. Menurutnya, hilirisasi industri perikanan harus segera didorong agar memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi daerah.

Beberapa sektor yang mulai didorong antara lain industri pengolahan ikan seperti fillet ikan serta pengembangan industri kerajinan dari rumput laut.

Jika hilirisasi berjalan, maka akan tercipta lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan penerimaan pajak daerah,” katanya.

Dalam upaya penguatan sektor tersebut, peran penyuluh perikanan dinilai sangat strategis karena menjadi ujung tombak pendampingan masyarakat pesisir. Penyuluh bertugas melakukan pendataan, membina kelompok usaha seperti KUB dan Pokdakan, serta mendorong pengembangan usaha perikanan agar lebih profesional dan memiliki akses pembiayaan.

Selain itu, penyuluh juga berperan dalam mengedukasi masyarakat mengenai keberlanjutan lingkungan, termasuk pelestarian mangrove yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan ekowisata dan ekonomi karbon di masa depan.

Yusuf mengakui bahwa selama ini peran DKP belum sepenuhnya optimal. Karena itu, pihaknya berkomitmen melakukan transformasi kelembagaan agar lebih responsif terhadap kebutuhan nelayan dan pelaku usaha perikanan.

“Laut adalah aset terbesar Bumi Manakarra. DKP harus menjadi garda terdepan dalam mengelola potensi ini secara profesional dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah daerah dan penyuluh perikanan akan terus diperkuat agar kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan kondisi lapangan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamuju optimistis sektor kelautan dan perikanan dapat menjadi pilar utama ekonomi daerah sekaligus membuka peluang kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat pesisir.

Sudah saatnya kita menatap laut sebagai masa depan ekonomi Mamuju,” pungkas Yusuf. (ZUL)