Redaksi.co MAJENE : Aliansi Mahasiswa Mamasa di Majene kembali menegaskan komitmennya untuk mengawal realisasi pembangunan Student Center bagi mahasiswa asal Kabupaten Mamasa yang tengah menempuh pendidikan di Majene. Fasilitas tersebut dinilai sebagai kebutuhan mendesak dan strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia Mamasa.
Ferianto, perwakilan Aliansi Mahasiswa Mamasa, menyampaikan bahwa keberadaan Student Center bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan simbol tanggung jawab pemerintah daerah terhadap generasi muda Mamasa yang sedang berjuang menempuh pendidikan di luar daerah.
“Ini adalah kebutuhan prioritas. Pemerintah Kabupaten Mamasa memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan mahasiswa Mamasa mendapatkan dukungan fasilitas yang layak selama menempuh pendidikan,” tegas Ferianto.
Dalam upaya mengawal aspirasi tersebut, Aliansi Mahasiswa Mamasa telah melakukan serangkaian pertemuan resmi dengan Pemerintah Kabupaten Mamasa. Pertemuan pertama berlangsung di Kampus Universitas Sulawesi Barat, setelah mahasiswa memenuhi undangan Rektor Universitas Sulawesi Barat untuk berdialog bersama pemerintah daerah terkait kebutuhan fasilitas mahasiswa Mamasa di Majene.
Selanjutnya, pertemuan kedua digelar di ruang kerja Bupati Mamasa sebagai tindak lanjut pembahasan sebelumnya. Agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah membahas rencana pengadaan fasilitas mahasiswa Mamasa, termasuk opsi dan langkah awal realisasinya.
Tak berhenti di situ, pertemuan ketiga dilakukan secara daring bersama Asisten Pemerintah Daerah dan Kepala Bidang Aset Kabupaten Mamasa. Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan aspek teknis dan administratif, termasuk kemungkinan penganggaran serta mekanisme pengadaan.
Dalam rangkaian pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamasa menyampaikan bahwa rencana pembangunan Student Center akan diupayakan masuk dalam Anggaran Tahun 2026. Namun hingga kini, belum ada kepastian terkait tahapan pelaksanaan, mekanisme teknis, maupun perkembangan konkret atas komitmen tersebut.
Kondisi ini memunculkan harapan sekaligus pertanyaan dari kalangan mahasiswa. Aliansi Mahasiswa Mamasa menegaskan akan terus mengawal proses ini agar komitmen yang telah disampaikan tidak berhenti pada wacana, melainkan benar-benar terealisasi demi kepentingan mahasiswa dan masa depan Kabupaten Mamasa. (ZUL)







