KONI Lobar Diingatkan Kelola Hibah 2,3 M Secara Transparan Jelang Porprov 2026

0
76

KONI Lobar Diingatkan Kelola Hibah 2,3 M Secara Transparan Jelang Porprov 2026

 

Lombok Barat —Redaksi.co Sambutan KONI Lombok Barat terhadap Porprov NTB 2026 mulai menghangat. Target besar 89 medali emas yang digaungkan pengurus menjadi tanda ambisi kuat untuk mengembalikan kejayaan olahraga di daerah ini. Namun di balik semangat itu, muncul suara publik yang mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran hibah daerah.

 

Tahun 2025 ini, KONI Lobar menerima hibah pemerintah daerah sebesar Rp2,3 miliar, dengan porsi terbesar sekitar Rp1,8 miliar dialokasikan untuk pelatda, pembinaan atlet, dan operasional cabang olahraga. Angka ini dinilai sebagai dukungan terbesar dibanding organisasi lain di bawah Pemda.

 

Aktivis Lobar, Asmuni A.Ma, menilai hibah kepada KONI adalah hibah yang memiliki nilai strategis sekaligus sensitif.

“Ini satu-satunya organisasi di bawah pemerintah daerah yang mendapatkan hibah sangat besar. Sementara beberapa organisasi lain justru nihil bantuan. Itu sebabnya penggunaan dana hibah KONI harus super transparan,” ujarnya.

 

Ia menekankan bahwa dana hibah adalah amanah publik dan sangat rentan dipersoalkan jika alurnya tidak jelas.

“Pembinaan cabor, pelatda, pemusatan latihan, semua perlu dikelola cermat. Kalau kemudian ditemukan kejanggalan, itu bisa berujung pada persoalan hukum,” tambahnya.

Tokoh Masyarakat Ikut Mengingatkan

Nada kewaspadaan serupa datang dari tokoh masyarakat Lobar, H. Munawar, yang meminta KONI tidak bermain api dengan kepercayaan publik.

“KONI harus lebih berhati-hati menggunakan dana hibah. Sudah banyak contoh kasus KONI di daerah lain yang berakhir di ranah hukum karena salah urus anggaran,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah Pemda memberikan dukungan hibah bagi pembinaan olahraga. Namun apresiasi itu, menurutnya, bukan berarti publik akan menutup mata.

“Kami menghargai realisasi hibah itu. Tapi jika ada penggunaan dana yang tidak sesuai realita, kami siap menjadi garda terdepan untuk melaporkan ke APH,” tegasnya.

Dengan target besar 89 emas, publik menilai tantangan KONI tidak hanya pada persiapan atlet, tetapi juga pada integritas pengelolaan dana. Keberhasilan Porprov bukan sekadar soal podium dan piala, tetapi juga soal bagaimana lembaga olahraga dapat menjaga kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan anggaran yang transparan, bersih, dan akuntabel.

 

Media Nasional Investigasi – Redaksi.co

Abach Uhel