Keributan di Mataram, Warung Nasi Warga Pagutan Peresak Dibakar, Korban Desak Pemerintah Segera Bertindak

0
4

Keributan di Mataram, Warung Nasi Warga Pagutan Peresak Dibakar, Korban Desak Pemerintah Segera Bertindak

Mataram, NTB — Redaksi.Co
Keributan antarwarga pecah di wilayah Kota Mataram, tepatnya di Lingkungan Petemon dan Pagutan Peresak, pada malam yang mencekam. Bentrokan tersebut menyebabkan sejumlah rumah dan ruko mengalami kerusakan berat, bahkan sebuah warung nasi milik warga dilaporkan dibakar oleh massa. 🔥


Salah satu korban, Seftian, warga Lingkungan Pagutan Peresak RT 04, mengaku warung nasi sekaligus tempat usahanya menjadi sasaran, meski dirinya tidak mengetahui persoalan yang memicu keributan tersebut.

Warung nasi saya rusak parah, bahkan sampai dibakar oleh warga Petemon. Padahal saya sendiri tidak tahu apa-apa. Malah usaha saya yang jadi sasaran mereka,” ungkap Seftian.


Ia menuturkan, pintu warung berupa rolling door spandek dirusak hingga hangus terbakar. Lemparan batu bata yang menghantam bangunan juga membuat suasana mencekam bagi keluarganya.

Kerugian saya kurang lebih sekitar Rp25 juta. Suara lemparan batu ke spandek saja sudah sangat membuat trauma, apalagi istri dan anak saya masih bayi,” ujarnya. 😢

Seftian berharap Pemerintah Kota Mataram segera turun tangan melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta memberikan bantuan atau kompensasi atas kerusakan yang dialami.

Kami mohon kepada pemerintah, mulai dari kelurahan Pagutan hingga Wali Kota Mataram, agar segera mendata kami yang menjadi korban. Kalau tidak ada bantuan dari pemerintah, siapa lagi yang akan bertanggung jawab? Kami ini tidak tahu apa-apa tapi jadi korban,” tegasnya.


Lebih lanjut, Seftian juga meminta perhatian serius dari Pemerintah Provinsi NTB agar kondisi warga terdampak tidak dibiarkan berlarut-larut. Ia berharap Wali Kota Mataram bersama jajaran terkait dapat segera turun langsung ke lokasi, bahkan bila perlu didampingi Gubernur NTB untuk melihat situasi nyata di Tempat Kejadian Perkara (TKP). 🏛️
Menurutnya, kehadiran langsung pimpinan daerah sangat penting agar penanganan tidak hanya sebatas laporan di atas meja, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan warga yang mengalami kerugian dan trauma.


“Kami sangat berharap ada atensi cepat dari Pemerintah Kota Mataram dan Pemerintah Provinsi NTB. Jangan sampai warga yang menjadi korban justru merasa ditinggalkan,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih berjaga di sekitar lokasi guna mengantisipasi bentrokan susulan. Situasi dilaporkan mulai kondusif, namun rasa takut dan trauma masih dirasakan warga, khususnya korban yang tempat usahanya rusak akibat keributan tersebut. 🚔

Sumber: Redaksi.co
Reporter: Abach Uhel