JEMBER,redakasi.co – Warga Desa Cakru, Kecamatan Kencong, diguncang keresahan luar biasa. Dalam beberapa hari terakhir, sekawanan kera liar berkeliaran di sekitar pemukiman penduduk. Hewan-hewan itu tak hanya menakuti anak-anak dan merusak tanaman, tapi juga menyerang dan merusak ternak milik warga (12/11/2025).
Menurut laporan yang diterima pemerintah desa, sejumlah anak ayam ditemukan mati setelah dibanting oleh kera, sementara di lokasi lain, kolam ikan lele milik warga porak-poranda. Penutup kolam dicabut hingga air tumpah, menyebabkan ribuan bibit ikan lele mati, kerugian yang tidak sedikit bagi warga yang menggantungkan hidup dari usaha ternak tersebut.
Menanggapi situasi yang semakin meresahkan itu, Pemerintah Desa Cakru bersama Polsek Kencong, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas bergerak cepat melakukan penyisiran di titik-titik yang sering menjadi jalur kemunculan kawanan kera.

Kepala Desa Cakru, Heni Indarwati, mengatakan bahwa pihaknya menerima banyak laporan dari warga yang ketakutan dan mengalami kerugian akibat ulah kera liar tersebut.
“Kami tidak ingin ada korban, baik dari warga maupun dari hewan itu sendiri. Prinsip kami jelas: ditangkap, bukan dilukai. Kami sudah berkoordinasi dengan aparat dan dinas terkait agar penanganan dilakukan secara aman dan manusiawi,” tegas Heni Indarwati.
Sementara itu, Kapolsek Kencong AKP Sunarto, SH, menegaskan bahwa pihak kepolisian siap mendukung penuh langkah-langkah pemerintah desa dalam meredakan keresahan masyarakat.
“Kami terus pantau situasi di lapangan. Warga diimbau agar tidak bertindak sendiri. Laporkan bila melihat keberadaan kawanan kera agar dapat segera kami tindaklanjuti bersama tim gabungan,” ujar AKP Sunarto, SH.
Tim gabungan kini telah memasang perangkap aman di beberapa titik yang dianggap strategis, serta mengatur sistem pengawasan bergilir agar kemunculan kera dapat segera ditangani. Pemerintah desa juga berencana menggandeng Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk melakukan evakuasi satwa ke habitat yang lebih sesuai setelah tertangkap.
Kini, Desa Cakru yang biasanya tenang berubah menjadi siaga. Setiap suara di genting, setiap bayangan di pohon, membuat warga was was, antara takut dan penasaran, menanti kapan teror kawanan kera liar ini benar-benar berakhir.
Reporter: Sofyan






