JEMBER, redaksi.co – Bantuan benih padi dari pemerintah pusat, meski jumlahnya terbatas, tetap menjadi harapan bagi petani penerima. Di Dusun Jatisongo, Desa Tegalwangi, bantuan 7,5 kuintal benih padi yang diterima Kelompok Tani Sri Gading diarahkan kepada petani yang aktif menanam padi agar benar-benar memberi dampak pada musim tanam (09/01/2026).
Dengan jumlah anggota kelompok tani yang mencapai lebih dari 80 orang, tidak semua petani dapat menerima bantuan. Skema prioritas pun diterapkan agar benih tidak terbuang percuma dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produksi.
Dalam kondisi keterbatasan, efektivitas menjadi kunci agar bantuan yang ada tetap memberi hasil nyata di lapangan.
Ketua Kelompok Tani Sri Gading, H. Nur, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan lahan dan keseriusan petani dalam menanam.
“Bantuan ini kami arahkan ke petani yang benar-benar siap tanam, supaya benihnya langsung ditanam dan hasilnya bisa dirasakan bersama. Kami ingin bantuan ini betul-betul memberi manfaat, bukan sekadar dibagi rata tapi tidak optimal,” ujarnya.
Bagi petani penerima, bantuan benih bukan sekadar pengurangan biaya tanam, tetapi juga menjadi suntikan semangat untuk terus bertahan di tengah meningkatnya biaya produksi. Benih yang ditanam tepat waktu dan sesuai kebutuhan diharapkan mampu meningkatkan hasil panen serta menopang ketahanan pangan di tingkat desa.
“Harapan kami, meski jumlahnya terbatas, bantuan ini bisa menjadi pemicu semangat petani dan mendorong hasil panen yang lebih baik. Jika produksinya naik, dampaknya akan dirasakan oleh seluruh anggota kelompok,” tambah H. Nur.
Pada akhirnya, manfaat bantuan tidak hanya diukur dari berapa banyak petani yang menerima, tetapi sejauh mana benih tersebut benar-benar tumbuh di sawah dan menghasilkan panen. Dengan pengelolaan yang terbuka dan bijak, bantuan yang terbatas sekalipun tetap dapat memberi arti besar bagi keberlanjutan pertanian desa.
Reporter: Sofyan.







