Redaksi.co MAMASA : Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa menyebabkan jembatan utama di poros Matangga–Keppe, tepatnya di Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, ambruk total pada Sabtu (14/2/2026) dini hari. Peristiwa ini melumpuhkan mobilitas warga di tiga desa sekaligus.
Tiga wilayah yang kini terisolasi adalah Desa Botteng, Desa Kondo, dan Desa Passembuk. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses utama keluar-masuk masyarakat sehingga warga tidak memiliki jalur alternatif.
Situasi semakin mengkhawatirkan karena terjadi menjelang bulan suci Ramadan. Warga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok dan logistik untuk persiapan puasa.
Salah satu warga, Iba’, mengaku kebingungan karena tidak dapat berbelanja kebutuhan harian.
“Kami ini setengah mati, tidak bisa lagi keluar dari kampung. Sementara mau puasa, kita mau belanja persiapan, tapi jalan putus total,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dan provinsi segera mengambil tindakan agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terhenti.
Kepala Desa Botteng, M. Tahir, memastikan struktur jembatan rusak permanen dan tidak aman dilalui, baik kendaraan maupun pejalan kaki. Dampaknya bahkan merambah sektor pendidikan.
“Jembatan roboh total, jalan putus. Siswa yang hendak berangkat sekolah hari ini terpaksa ditunda karena tidak ada akses menyeberang,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga berupaya mencari solusi darurat sementara pemerintah desa terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendatangkan alat berat serta membangun jembatan sementara secepatnya. (ZUL)







