redaksi.co, Jakarta | Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam dikabarkan tengah membidik sekitar 62,2 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Jika terealisasi, transaksi tersebut berpotensi menjadi salah satu aksi korporasi terbesar di pasar modal Indonesia.

Kabar tersebut mencuat setelah Haji Isam disebut melakukan peninjauan lapangan di area operasional Bayan Resources di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (15/8/2026). Dalam agenda itu, Haji Isam disebut hadir bersama Dato’ Low Tuck Kwong dan Norman Joesoef dari Republik Korpora Indonesia (RKI) atau Republikorp.

Namun, hingga berita ini disusun, belum ada keterbukaan informasi resmi yang mengonfirmasi bahwa transaksi pengambilalihan 62,2 persen saham BYAN telah disepakati atau dilaksanakan.

Rumor tersebut menjadi perhatian pasar setelah saham BYAN pada perdagangan Jumat (14/8/2026) ditutup di level Rp14.400 per saham, naik 20 persen. Data perdagangan historis juga mencatat kenaikan tersebut pada 14 Agustus 2026.

Meski demikian, kenaikan harga saham tidak dapat dijadikan bukti bahwa akuisisi telah terjadi. Konfirmasi transaksi tetap harus mengacu pada keterbukaan informasi perusahaan dan ketentuan pasar modal.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan Dato’ Dr. Low Tuck Kwong tercatat memiliki 13.416.921.870 saham BYAN atau sekitar 40,251 persen.

Sebelumnya, pada Mei 2026, Low Tuck Kwong menambah kepemilikannya sebanyak 6 juta saham sehingga porsinya meningkat menjadi sekitar 40,24 persen.

Dengan demikian, angka 62,2 persen dalam rumor tersebut tidak tepat jika disebut sebagai kepemilikan langsung Low Tuck Kwong. Angka itu perlu dilihat berdasarkan struktur kepemilikan dan pihak-pihak terkait.

Ekspansi Haji Isam di pasar modal juga terlihat dari pembelian saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) pada Mei 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi, Haji Isam membeli 6.836.867.700 saham PACK dengan harga Rp137 per saham. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp936,65 miliar dan membuat kepemilikannya menjadi 21,12 persen.

“Tujuan transaksi ialah investasi dengan status kepemilikan saham langsung.”

Pernyataan itu merupakan keterangan terkait transaksi PACK, bukan konfirmasi mengenai rencana akuisisi BYAN.

Bayan Resources merupakan perusahaan pertambangan batu bara dengan kegiatan operasi di Kalimantan. Perseroan juga mengembangkan infrastruktur pendukung, termasuk jalan angkut dan fasilitas pelabuhan.

Apabila pengambilalihan BYAN benar-benar terjadi dan menyebabkan perubahan pengendali, transaksi tersebut akan tunduk pada ketentuan pasar modal, termasuk ketentuan mengenai penawaran tender wajib sesuai regulasi yang berlaku.

Namun, nilai transaksi, struktur pembelian, sumber pendanaan, serta kepastian perubahan pengendali belum dapat dipastikan sebelum terdapat keterbukaan informasi resmi.