Fakfak, Redaksi.co – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal 1447 Hijriah yang digelar keluarga besar Santun Nembara. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai persaudaraan di tengah masyarakat.
Acara ini turut dihadiri oleh Bupati Fakfak Samaun Dahlan, Wakil Bupati Fakfak Donatus Nimbitkendik, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), staf khusus bupati, serta keluarga besar Tim Pemenangan Samaun–Donatus (Santun) se-Kabupaten Fakfak.
Dalam sambutannya, Bupati Fakfak Samaun Dahlan mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas kesempatan berkumpul dalam suasana penuh keakraban tersebut.
Ia menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan wadah untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan antarsesama. Menurutnya, tidak semua masyarakat memiliki kesempatan untuk bersilaturahmi secara langsung saat Hari Raya Idulfitri, sehingga kegiatan ini menjadi sangat bermakna.
“Tujuan kita hanya satu, yaitu mempererat silaturahmi. Melalui Halal Bihalal ini, mari kita saling memaafkan apabila selama ini terdapat kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan para donatur yang telah berkontribusi sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan baik. Antusiasme masyarakat yang hadir pun melampaui perkiraan, mencerminkan tingginya semangat kebersamaan dalam keluarga besar Santun Nembara.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga sikap santun dalam kehidupan sehari-hari, sejalan dengan makna nama “Santun” itu sendiri. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menghindari ucapan maupun tindakan yang dapat menyinggung perasaan orang lain.
“Kita harus menjaga hubungan ini dengan baik. Hindari hal-hal yang tidak baik, terutama perkataan yang dapat menyakiti sesama,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Halal Bihalal sempat mengalami beberapa kali penundaan akibat padatnya agenda tugas di luar daerah, seperti di Jayapura, Jakarta, dan Manokwari. Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk tetap hadir demi memenuhi harapan masyarakat.
Selain itu, ia turut memaparkan perkembangan kinerja pemerintah selama kurang lebih satu tahun masa kepemimpinan. Ia mengakui masih terdapat berbagai kekurangan, namun sejumlah program prioritas telah berhasil direalisasikan.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah layanan pengobatan gratis bagi masyarakat. Program ini dinilai sangat membantu, khususnya bagi warga kurang mampu.
“Program pengobatan gratis ini sangat bermanfaat karena benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Halal Bihalal ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga kebersamaan, memperkuat persaudaraan, serta saling mendukung dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis dan penuh kerukunan.







