JEMBER, redaksi.co – Swasembada pangan merupakan tolak ukur kemampuan suatu negara dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya secara mandiri. Strategi ini menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Melalui transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak negara telah berhasil menjamin ketersediaan pangan bagi ratusan juta penduduknya. Indonesia pun tengah berupaya menapaki jalan yang sama menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan.
Semangat tersebut disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawaid (Gus Fawait), saat menghadiri program “Gus’e Menyapa” di Kantor Desa Keting, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, pada Minggu (9/11/2025).
Kegiatan yang dihadiri puluhan ketua kelompok tani, perangkat desa, dan tokoh masyarakat itu berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Pemerintah Desa Keting bersama warga menyambut kedatangan Bupati dengan semangat gotong royong, mencerminkan dukungan besar terhadap upaya pembangunan pertanian di wilayahnya.
Dalam sambutannya, Gus Fawaid menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mewujudkan swasembada pangan di tingkat daerah.
“Alhamdulillah, di masa kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto, untuk pertama kalinya harga pupuk mengalami penurunan. Ini kabar gembira bagi petani kita,” ujar Bupati disambut tepuk tangan meriah dari peserta.
Ia berharap momentum tersebut menjadi pemacu semangat anak muda untuk kembali terjun ke sektor pertanian sebagai generasi penerus dan pahlawan pangan.
“Di era digital, anak muda memiliki kemampuan lebih dalam menggali informasi dan memanfaatkan peluang pertanian modern. Karena itu, saya minta kelompok tani yang kurang aktif segera diremajakan dengan anggota muda yang produktif,” tambahnya.
Lebih lanjut, Gus Fawaid menginstruksikan kepada para kepala desa agar memperbarui struktur kelompok tani yang tidak aktif, sekaligus memastikan setiap informasi dan kebijakan pemerintah pusat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan warga untuk melaporkan kios pupuk yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) melalui aplikasi Wadul Gus’e di nomor layanan 0811-3111-1108.
“Silakan laporkan jika ada penyimpangan harga. Nanti kami bantu tindak lanjuti dengan pihak terkait di lapangan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fawaid juga mengungkapkan optimismenya bahwa berbagai bantuan sarana pertanian (alsintan) seperti traktor dan combine harvester akan segera disalurkan kepada petani di Kabupaten Jember.
“Kami ingin bantuan pertanian benar-benar tepat sasaran dan dimanfaatkan dengan baik, bukan untuk diperjualbelikan,” tegasnya.
Selain alsintan, Pemerintah Kabupaten Jember juga tengah memetakan kebutuhan infrastruktur pertanian, termasuk saluran irigasi, guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
“Melalui sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, kami yakin pertanian Jember akan semakin maju dan mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” pungkas Gus Fawaid.
Kehadiran Bupati Jember dalam program Gus’e Menyapa di Desa Keting disambut meriah oleh pemerintah desa dan masyarakat setempat. Semangat dan antusiasme warga menjadi cerminan kuatnya dukungan terhadap visi besar Kabupaten Jember menuju kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.
Reporter: Sofyan.






