Gudang Selep Padi dan Ternak Ayam di Lojejer Dikeluhkan Warga, DLH Diminta Turun Tangan

0
2

JEMBER, redaksi.co – Aktivitas sebuah gudang yang digunakan sebagai selep padi sekaligus peternakan ayam petelur di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, menuai keluhan serius dari warga. Polusi debu dan bau menyengat yang ditimbulkan diduga telah mencemari lingkungan permukiman dan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.

Warga mengaku tidak hanya terganggu secara kenyamanan, tetapi juga mulai merasakan dampak fisik seperti gatal-gatal pada kulit hingga gangguan pernapasan akibat paparan debu dari proses penggilingan padi dan limbah bau dari peternakan ayam.

Warga setempat berinisial SK, menegaskan bahwa persoalan ini sudah berlangsung cukup lama dan belum ada penanganan signifikan dari pihak pengelola gudang.

“Debu dari selep padi itu beterbangan sampai masuk ke rumah warga. Banyak yang mengeluh gatal-gatal. Ditambah lagi bau dari kandang ayam petelur yang sangat menyengat, ini jelas mengganggu pernapasan,” tegasnya.

Ia menambahkan, meskipun pihak gudang telah menyalurkan zakat tiap tahun warga menilai hal tersebut tidak sebanding dengan dampak pencemaran yang dirasakan setiap hari. Apalagi yang di berikan setahun sekali.

“Kami bukan menolak usaha. Tapi jangan sampai usaha itu merugikan kesehatan warga. zakat idak bisa jadi alasan untuk mengabaikan dampak lingkungan,” lanjutnya.

Kondisi ini memicu desakan agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember segera turun tangan melakukan inspeksi dan pengujian kualitas udara di lokasi tersebut. Warga juga meminta adanya evaluasi terhadap izin operasional gudang, termasuk standar pengelolaan limbah dan pengendalian polusi.

Jika tidak segera ditangani, warga khawatir dampak yang ditimbulkan akan semakin meluas dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius, terutama bagi anak-anak dan lansia.

“Kami hanya ingin lingkungan yang sehat. Kalau memang ada aturan soal limbah dan polusi, tolong ditegakkan. Jangan sampai warga terus jadi korban,” pungkas Solik.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola gudang terkait keluhan warga tersebut.(*)