Gedung DPRD NTB Ludes Terbakar Saat Aksi Massa di Mataram

0
117

Gedung DPRD NTB Ludes Terbakar Saat Aksi Massa di Mataram

Mataram, Redaksi.co – Aksi unjuk rasa di Kota Mataram berakhir ricuh dan memicu kebakaran hebat yang melahap Gedung DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (30/8/2025). Peristiwa ini menyita perhatian publik setelah massa aksi tidak hanya membakar fasilitas, tetapi juga menjarah berbagai aset milik pemerintah daerah.

Kericuhan bermula sekitar pukul 12.30 WITA saat ribuan massa, yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum, memaksa masuk ke area gedung DPRD NTB. Lobi gedung segera dilalap api, sebelum menjalar ke lantai dua dan merusak ruang pimpinan serta ruang paripurna.

Tidak hanya itu, sejumlah barang berharga seperti komputer, monitor, kursi, hingga lukisan turut dijarah. Beberapa barang dibawa keluar, sementara berkas-berkas penting ditemukan ikut dibakar bersama fasilitas lainnya.

Aparat kepolisian dan Brimob yang berada di lokasi sempat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa, namun kerusakan besar sudah tidak terhindarkan. Api melalap habis dua gedung utama DPRD NTB, termasuk gedung sekretariat.

Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, menyampaikan bahwa seluruh dokumen dan aset milik dewan tidak ada yang bisa diselamatkan. “Kerugian tentu sangat besar, namun nilainya belum bisa kami pastikan karena semuanya adalah milik pemerintah provinsi,” ujarnya.

Meski gedung dewan tidak dapat digunakan, aktivitas kedewanan tetap berjalan. Sekretariat sementara dipindahkan ke tenda darurat di halaman gedung, sementara rapat paripurna rencananya digelar di Gedung Sangkareang, kompleks Kantor Gubernur NTB.

Aksi massa ini sendiri dipicu oleh sejumlah tuntutan, di antaranya penolakan terhadap RUU KUHAP, desakan penegakan keadilan atas kasus meninggalnya seorang pengemudi ojek online, hingga penghentian tindakan represif aparat.

Pasca kejadian, kondisi di sekitar Jalan Udayana, Mataram, berangsur kondusif. Petugas pemadam kebakaran telah melakukan pendinginan, sementara aparat keamanan tetap berjaga untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Peristiwa ini meninggalkan duka dan kerugian besar bagi masyarakat NTB. Pemerintah provinsi bersama DPRD berkomitmen melanjutkan pelayanan publik di tengah keterbatasan, sembari menunggu langkah pemulihan dan rekonstruksi gedung dewan yang menjadi simbol demokrasi daerah.

Sumber: Redaksi.co

Read : Abach Uhel