Jakarta, Redaksi.co – Industri perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya film horor penuh aksi berjudul Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa yang diproduksi oleh Soraya Intercine Films.

Film ini menawarkan nuansa berbeda dari film horor pada umumnya dengan memadukan unsur balas dendam, konflik sosial, hingga pergulatan batin manusia dalam balutan kearifan lokal yang kuat.
Disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis, film ini menghadirkan kisah dramatis tentang kesewenang-wenangan penguasa desa, kesenjangan kelas sosial, serta konsekuensi dosa yang dilakukan manusia, Melalui pendekatan horor-aksi, cerita yang diangkat bukan hanya menghadirkan ketegangan, tetapi juga konflik emosional yang mendalam.
Film ini menempatkan Luna Maya sebagai tokoh utama bernama Suzzanna, seorang perempuan yang hidupnya berubah drastis setelah ayahnya tewas akibat santet yang dilakukan oleh penguasa desa yang kejam, Bisman, yang diperankan oleh Clif Sangra.
Ambisi dan nafsu kekuasaan membuat Bisman tak segan melakukan kejahatan demi mempertahankan dominasinya di desa tersebut. Ia bahkan menyimpan perasaan diam-diam terhadap Suzzanna, Namun cintanya berubah menjadi obsesi berbahaya ketika ia menyingkirkan ayah Suzzanna melalui ilmu hitam.
Kematian sang ayah menjadi titik balik bagi Suzzanna,Dipenuhi amarah dan duka, ia memutuskan mempelajari ilmu santet untuk membalas perbuatan keji Bisman, Berbeda dari kisah Suzzanna yang selama ini dikenal sebagai sosok arwah gentayangan, dalam film ini Suzzanna justru digambarkan sebagai manusia yang menggunakan ilmu hitam sebagai senjata untuk melawan penindasan.
Ketika rencana balas dendam mulai dijalankan, Suzzanna menyadari bahwa kekuatan Bisman jauh lebih besar dan berbahaya dari yang ia bayangkan, Pertarungan tidak hanya terjadi secara fisik dan supranatural, tetapi juga dalam batin Suzzanna sendiri.
Di tengah upayanya menuntut balas, Suzzanna justru dipertemukan dengan seorang pria saleh bernama Pramuja yang diperankan oleh Reza Rahadian. Pramuja adalah sosok yang tulus dan religius, namun sama sekali tidak mengetahui rahasia kelam yang disimpan Suzzanna.
Pertemuan itu menumbuhkan perasaan cinta yang tulus di antara keduanya. Suzzanna pun terjebak dalam dilema besar: melanjutkan dendam yang membara atau meninggalkan segalanya demi cinta dan kehidupan yang lebih damai.
Untuk menghidupkan cerita yang sarat emosi dan ketegangan ini, film tersebut turut dibintangi sejumlah aktor ternama lintas generasi, di antaranya Djenar Maesa Ayu, Restu Triandy, Iwa K, Budi Bima, Yatti Surachman, serta komedian senior Nunung.
Kehadiran para aktor dari berbagai generasi ini memberikan warna tersendiri dalam film, sekaligus memperkuat karakter-karakter yang hadir dalam cerita.
Melalui sinematografi yang gelap, atmosfer mistis yang kental, serta konflik emosional yang kuat, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa tidak hanya menyajikan horor penuh teror, tetapi juga menghadirkan refleksi tentang kekuasaan, dendam, dan konsekuensi dari setiap dosa yang dilakukan manusia.
Film ini diprediksi menjadi salah satu tontonan yang mencuri perhatian penonton Indonesia, khususnya pecinta film horor yang menginginkan cerita berbeda dengan sentuhan aksi, drama, dan kearifan lokal yang mendalam.
Film ini akan menghangatkan suasana Lebaran yang akan Tayang di seluruh Bioskop Indonesia 18 Maret 2026.







