Redaksi.co, Jakarta | Federasi Olahraga Domino Nasional Indonesia resmi dideklarasikan dalam sebuah acara yang berlangsung di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (7/1). Deklarasi ini menjadi tonggak awal kebangkitan olahraga domino agar lebih terorganisasi dan memiliki jenjang pembinaan yang jelas di tingkat nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Rizwan Arifin dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) Kalimantan Selatan untuk masa bakti 2026-2030. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Orado, Yoonky Tjahrial.
Acara ini turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir serta Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, bersama jajaran Pengprov Orado dari berbagai daerah di Indonesia.
Rizwan Arifin menyampaikan bahwa pembentukan federasi ini diharapkan mampu menghidupkan kembali olahraga domino, mulai dari pembinaan usia dini hingga pengembangan di tingkat kabupaten dan kota. Menurutnya, domino memiliki potensi besar untuk berkembang apabila dikelola secara terstruktur dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa domino selama ini masih identik sebagai permainan tradisional, padahal memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi cabang olahraga yang kompetitif. Oleh karena itu, Orado hadir dengan misi besar untuk mendorong domino “naik kelas” menjadi olahraga yang lebih profesional.
“Dengan adanya federasi ini, kami ingin domino tidak hanya dipandang sebagai permainan, tetapi juga sebagai olahraga yang memiliki sistem pembinaan dan kompetisi yang jelas,” ujarnya.
Rizwan juga menyoroti banyaknya potensi atlet domino yang tumbuh di daerah-daerah. Menurutnya, komunitas lokal telah lama melahirkan pemain-pemain berbakat, namun belum terwadahi dalam pembinaan resmi.
Ia menilai peran Pengprov hingga Pengkab/Pengkot sangat penting untuk memperkenalkan olahraga domino secara lebih luas sekaligus menjaring atlet potensial di berbagai wilayah.
Ke depan, Orado menargetkan pembentukan sistem kompetisi berstandar nasional agar domino dapat berkembang ke arah olahraga prestasi. Meski demikian, Rizwan menekankan bahwa sportivitas harus tetap menjadi nilai utama dalam setiap pertandingan.
Deklarasi Federasi Olahraga Domino Nasional ini diharapkan menjadi momentum penting dalam pengembangan olahraga domino di Indonesia serta membuka jalan bagi pengakuannya sebagai cabang olahraga prestasi di tingkat nasional.






