Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN Soroti Penguatan Kemitraan Strategis di Awal 2026

0
4

Redaksi.co, Jakarta | Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN, H.E. Sujiro Seam, menegaskan komitmen kuat Uni Eropa dalam memperdalam kemitraan strategis dengan ASEAN di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan EU’s New Year Media Gathering yang digelar di SEIA Restaurant, Menara Astra, Jakarta Pusat, Senin 26/1.

Dalam pernyataannya, Ambassador Sujiro Seam menilai hubungan ASEAN-Uni Eropa saat ini berada pada fase terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Intensitas kunjungan pejabat tinggi Uni Eropa ke kawasan Asia Tenggara menjadi indikator nyata dari kedalaman kemitraan kedua kawasan.

“Ini adalah salah satu periode terbaik yang pernah kita miliki dalam ASEAN-EU Dialogue Partnership,” ujar Sujiro Seam.

Ia mengungkapkan, dalam satu tahun terakhir, ASEAN menerima kunjungan Presiden Dewan Eropa, Perwakilan Tinggi Uni Eropa sekaligus Wakil Presiden Komisi Eropa, serta Komisioner Perdagangan Uni Eropa. Bahkan, untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun, Komisioner Perdagangan Uni Eropa hadir langsung dalam konsultasi ekonomi ASEAN-Uni Eropa.

Menurutnya, kemitraan ini tidak hanya ditandai oleh kunjungan simbolik, tetapi juga kerja sama konkret di berbagai sektor strategis. Salah satu pencapaian penting adalah terselenggaranya Dialog Tingkat Menteri ASEAN-Uni Eropa di bidang Lingkungan dan Iklim, yang diikuti oleh dua komisioner Uni Eropa.

“Uni Eropa adalah mitra yang dapat diandalkan, dapat dipercaya, dan konsisten bagi ASEAN,” ujarnya.

Di tengah perubahan postur global, khususnya berkurangnya peran kepemimpinan Amerika Serikat dalam konteks multilateral, ASEAN dinilai berupaya menjaga keseimbangan dengan memperkuat hubungan dengan mitra lain. Dalam konteks tersebut, Uni Eropa memposisikan diri sebagai mitra regional yang sejalan dengan prinsip ASEAN, termasuk sentralitas ASEAN dan pendekatan non-blok.

“Kita hidup di dunia multipolar tanpa kekuatan dominan. Di dunia seperti ini, yang kita butuhkan adalah kerja sama multipolar,” kata Sujiro Seam, mengutip pesan Presiden Dewan Eropa.

Kerja sama konkret tersebut tercermin melalui peluncuran proyek-proyek strategis, termasuk dua proyek biodiversitas baru di ASEAN dengan nilai sekitar 30 juta euro, kerja sama penetapan harga karbon, serta dukungan terhadap transisi hijau dan pengembangan energi² terbarukan. Uni Eropa juga aktif mendukung riset, pendidikan, dan inovasi melalui program Horizon Europe, yang telah membiayai lebih dari 150 proyek penelitian di kawasan ASEAN.

Menatap ke depan, Sujiro Seam menyebut tahun 2027 sebagai tonggak penting dengan peringatan 50 tahun kemitraan dialog ASEAN-Uni Eropa. Salah satu gagasan yang tengah didorong adalah peningkatan status hubungan menjadi Comprehensive Strategic Partnership.

“Tidak ada definisi teknis yang baku tentang apa itu comprehensive strategic partnership. Tapi satu hal yang pasti, itu berarti kita harus melakukan lebih banyak dari yang kita lakukan hari ini,” ujarnya.

Tahun 2026 sendiri disebut sebagai tahun transisi untuk mempersiapkan momentum tersebut, dengan Filipina sebagai Ketua ASEAN. Uni Eropa menyatakan kesiapan mendukung prioritas ASEAN, mulai dari ekonomi digital, transisi hijau, ketahanan rantai pasok, hingga kerja sama maritim.

Melalui forum media gathering ini, Uni Eropa menegaskan pesan bahwa kemitraan dengan ASEAN bukan sekadar retorika diplomatik, melainkan hubungan yang terus tumbuh melalui dialog politik, kerja sama ekonomi, serta keterlibatan antarmasyarakat yang semakin erat.