Dusun Pangkali Bergerak Sendiri, Jalan Hancur, Dana Desa Dipertanyakan

0
27

Redaksi.co MAMASA : Gembar-gembor pembangunan desa digaungkan di mana-mana. Anggaran digelontorkan, laporan dipublikasikan, janji disampaikan. Namun di Dusun Pangkali, Desa Kalakbe, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, realitasnya justru pahit: jalan hancur, jembatan rapuh, dan warga dipaksa bertarung sendiri melawan kerusakan. Sabtu 28/2/2026

Di tengah klaim kemajuan, akses utama yang menjadi urat nadi ekonomi warga berubah menjadi lintasan berbahaya. Lubang besar menganga tanpa ampun. Badan jalan berlumpur dan licin. Jembatan kayu yang lapuk nyaris tak layak dilewati. Setiap hari, petani harus mempertaruhkan hasil panen mereka, sementara anak-anak sekolah meniti jalur rusak demi masa depan.

Kemarahan warga bukan meledak dalam orasi, melainkan dalam aksi nyata. Merasa bertahun-tahun hanya menjadi penonton dalam arus pembangunan, masyarakat akhirnya turun tangan. Tanpa menunggu anggaran cair, tanpa kepastian jadwal proyek, mereka mengumpulkan uang receh, pasir, dan batu. Gotong royong digelar. Cangkul dan sekop menjadi simbol perlawanan sunyi.

Kami tidak bisa terus menunggu sementara ekonomi kami tersendat. Jalan ini urat nadi kami. Kalau dibiarkan rusak, kami yang menanggung akibatnya,” tegas Ading, tokoh masyarakat setempat.

Perbaikan yang dilakukan jelas jauh dari kata ideal. Material seadanya, alat terbatas, dan tenaga murni dari keringat warga. Ini bukan proyek, ini darurat. Ini bukan pembangunan, ini penyelamatan.

Namun di balik semangat itu, terselip pertanyaan besar: ke mana arah prioritas Dana Desa selama ini? Mengapa akses vital yang menopang kehidupan satu dusun bisa terabaikan begitu lama?

Warga kini menantang Pemerintah Desa Kalakbe dan Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk turun langsung melihat kondisi lapangan, bukan sekadar membaca laporan di atas meja. Mereka mendesak transparansi alokasi anggaran dan pembangunan permanen yang tidak lagi tambal sulam.

Kami tidak butuh janji di forum musrenbang. Kami butuh jalan yang bisa dilalui dengan aman,” pungkas Ading.

Aksi swadaya Dusun Pangkali bukan sekadar kerja bakti. Ia adalah pesan keras dari pinggiran, ketika anggaran tak terasa dan pembangunan tak menyentuh, rakyat tak punya pilihan selain membangun nasibnya sendiri. (ZUL)