Diterpa Isu “Sekolah Bayangan”, SMK Torije’ne’ Buka Suara: Siswa Dipulangkan karena Guru Hadiri Sertijab

0
13

Redaksi.co MAMASA : Sorotan tajam yang ditujukan kepada SMK Torije’ne’ akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari pihak sekolah. Tudingan yang menyebut sekolah tersebut sebagai “sekolah bayangan” ditepis tegas oleh penanggung jawab sekolah, Ibu Vonni.

Vonni menjelaskan, aktivitas belajar mengajar di SMK Torije’ne’ selama ini berjalan sebagaimana mestinya. Namun, pada saat LSM Simson berkunjung ke sekolah, ruang kelas memang dalam keadaan tertutup dan para siswa telah dipulangkan lebih awal. Hal itu, menurutnya, bukan tanpa alasan.

“Pada saat LSM Simson datang, ruangan memang ditutup dan para siswa sudah pulang karena para guru mengikuti undangan serah terima jabatan Kepala SDN Tabulahan saat itu, sehingga tidak ada proses belajar mengajar,” jelas Vonni.

Ia menegaskan, kondisi tersebut hanya terjadi pada hari itu saja karena adanya kegiatan resmi yang dihadiri para guru. Vonni pun menyayangkan pemberitaan yang dinilai tidak sesuai fakta dan langsung menyimpulkan bahwa SMK Torije’ne’ adalah sekolah bayangan.

Menurutnya, sekolah tersebut telah beberapa kali melaksanakan penamatan siswa, bahkan banyak lulusan yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Tak hanya itu, siswa SMK Torije’ne’ juga aktif mengikuti berbagai perlombaan olahraga di tingkat kecamatan.

“Tidak benar jika dikatakan sekolah bayangan. Kami punya lulusan yang sudah melanjutkan kuliah dan siswa yang aktif berprestasi,” tegasnya.

Di sisi lain, Vonni juga mengakui adanya persoalan lain yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. Ia mengungkapkan bahwa halaman sekolah sering digunakan warga untuk mengikat dan menggembalakan sapi.

Pihak sekolah mengaku kesal dengan kondisi tersebut dan mengimbau masyarakat agar tidak lagi menjadikan area sekolah sebagai tempat penggembalaan ternak demi menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan pendidikan.

Dengan klarifikasi ini, pihak SMK Torije’ne’ berharap masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan tidak terpengaruh oleh pemberitaan yang belum tentu sesuai fakta di lapangan. (ZUL)