Dari Kekeringan Menuju Harapan: Irpom Bangkitkan Sawah Karanganyar Ambulu 

0
2

Jember, redaksi.co – Puluhan tahun para petani Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, hidup dalam bayang-bayang kekeringan. Setiap musim kemarau datang, sawah mengering, tanaman meranggas, dan harapan panen perlahan memudar. Namun kini, melalui Program Optimasi Lahan (Oplah) berupa pembangunan Irigasi Perpompaan (Irpom) dan saluran irigasi, denyut kehidupan kembali terasa di hamparan persawahan (15/02/2026).

Air yang dulu sulit dijangkau, kini mengalir melalui mesin pompa menuju lahan-lahan pertanian. Saluran irigasi yang dibangun memastikan distribusi air lebih merata, mengubah tanah yang sempat retak menjadi kembali subur dan produktif.

Ketua Poktan Sumber Makmur, Maroji, menyampaikan rasa syukur mendalam atas bantuan tersebut dengan suara bergetar penuh haru.

“Ini bukan hanya soal air. Ini tentang masa depan kami. Bertahun-tahun kami bergantung pada hujan. Setiap kemarau datang, kami hanya bisa pasrah. Tapi hari ini, kami punya kepastian. Kami punya harapan. Sawah kami hidup kembali, dan bersama itu, semangat kami juga bangkit.”

Ia menegaskan bahwa program ini benar-benar membantu upaya swasembada pangan. Dengan ketersediaan air yang lebih stabil, petani dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP), memperluas musim tanam, serta memaksimalkan hasil produksi.

“Dulu kami hanya bisa tanam satu kali dalam setahun. Sekarang, dengan adanya Irpom dan saluran irigasi ini, kami bisa dua kali tanam bahkan lebih optimal. Kami tidak lagi takut menghadapi kemarau. Produksi meningkat, panen lebih terjamin. Ini nyata membantu program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.”

Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas perhatian terhadap petani di daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden. Bantuan ini bukan sekadar membangun irigasi, tetapi membangun harapan dan martabat kami sebagai petani. Kami siap bekerja lebih keras, berproduksi lebih banyak, demi ketahanan dan swasembada pangan bangsa.”

Kini, air yang mengalir di persawahan Karanganyar bukan sekadar aliran biasa. Ia menjadi simbol kebangkitan, kemandirian, dan tekad petani untuk berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional (Sofyan).