Dari Anak Muda untuk Ketahanan Pangan, Koperasi Produsen Papua Mitra Usaha Panen Perdana Ayam Broiler

0
79

FAKFAK | REDAKSI.co — Koperasi Produsen Papua Mitra Usaha berhasil melaksanakan panen perdana ayam broiler dengan hasil yang menggembirakan. Setelah melalui masa pemeliharaan selama 30 hari, terhitung sejak bibit ayam masuk pada 29 November hingga masa panen, bobot ayam potong yang dihasilkan mencapai rata-rata 2,35 kilogram per ekor, melampaui standar bobot panen ayam broiler dan siap dipasarkan.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Koperasi Produsen Papua Mitra Usaha, Rahman Patur, saat panen perdana ayam broiler yang berlangsung di Kabupaten Kampung Air Besar, Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak, Senin, 29/12/2025.
Dari total 400 ekor bibit ayam broiler yang dibudidayakan pada tahap awal, koperasi mencatat stok hidup hingga masa panen sekitar 380 ekor. Tingkat kematian hanya berkisar 5–6 persen atau sekitar 20 ekor, angka yang dinilai sangat baik dan menunjukkan keberhasilan budidaya ayam pedaging pada fase awal pengembangan koperasi.
Seiring proses budidaya berjalan, Rahman Patur menjelaskan bahwa pihak koperasi juga telah mengamankan pasar penyerapan hasil ternak. Salah satu pasar utama yang telah terkonfirmasi adalah jaringan dapur sehat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Fakfak. Beberapa dapur yang saat ini beroperasi di antaranya Dapur Kencana, Tataboga, serta Dapur Yayasan Tikar Rasa.
Setiap dapur MBG membutuhkan sekitar 200 ekor ayam per hari. Dengan tiga dapur yang aktif, total kebutuhan ayam potong mencapai 600 ekor per hari atau sekitar 18 ribu ekor per bulan. Tingginya permintaan ini menunjukkan peluang pasar yang besar, namun hingga kini belum sepenuhnya mampu dipenuhi oleh peternak lokal di Fakfak.
Koperasi Produsen Papua Mitra Usaha sendiri baru dibentuk pada tahun ini dengan fokus pengembangan di empat sektor utama, yakni peternakan, perikanan, pertanian, dan perkebunan. Pada tahap awal, koperasi memprioritaskan sektor peternakan ayam broiler karena dinilai memiliki pasar yang stabil dan prospektif.
Untuk dapat menjadi distributor utama ayam potong di Kabupaten Fakfak, koperasi menargetkan pengembangan populasi ayam broiler hingga 50 ribu ekor per bulan. Target tersebut diproyeksikan sebagai kebutuhan minimal untuk mampu menangani pasar ayam lokal secara menyeluruh.
Menurut Rahman Patur, gerak koperasi ini digerakkan oleh semangat anak muda yang ingin menjawab tantangan keterbatasan lapangan pekerjaan serta kondisi ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini. Melalui usaha peternakan ayam broiler, koperasi berupaya menciptakan sumber penghasilan baru sekaligus memperkuat ekonomi lokal dan kemandirian pangan daerah.
Panen perdana ayam broiler ini turut dihadiri langsung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak. Bupati Fakfak bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hadir dan melakukan panen secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha peternakan yang dikelola oleh anak muda.
Pada tahap awal, seluruh kebutuhan dasar usaha ayam broiler ini mendapat subsidi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak. Bantuan tersebut meliputi penyediaan 400 ekor bibit ayam, pakan sebanyak 72 karung untuk tiga periode pemeliharaan, obat-obatan dan vitamin ternak, serta peralatan pendukung seperti drum air, tempat pakan, dan sarana pemeliharaan lainnya.
Dengan dukungan tersebut, Rahman Patur menyebut anggota muda koperasi dapat lebih fokus pada proses pemeliharaan ayam hingga panen. Biaya operasional yang ditanggung koperasi pada tahap awal hanya terbatas pada belanja modal tambahan, seperti pembelian bibit lanjutan, obat-obatan tambahan, perbaikan peralatan, penggantian lampu, serta pembayaran listrik.
Pengurus koperasi pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak atas dukungan dan perhatian yang diberikan. Dukungan tersebut dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan panen perdana ini.
Ke depan, Koperasi Produsen Papua Mitra Usaha optimistis dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan lokal, regional Papua Barat, hingga nasional. Fakfak diharapkan dapat tumbuh sebagai salah satu lumbung pangan strategis di kawasan Papua, sejalan dengan semangat nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan membuka lapangan kerja bagi generasi muda.