Redaksi.co — Penguatan wawasan kebangsaan di kalangan pelajar menjadi perhatian Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi. Di tengah derasnya arus informasi digital, pemahaman sejarah dan penanaman nilai-nilai Pancasila dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang kritis, toleran, dan tidak mudah terprovokasi.
Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengajak para pelajar menjadikan sejarah perjalanan bangsa sebagai sumber pembelajaran untuk memahami pentingnya persatuan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan peristiwa Gerakan 30 September (G30S), yang diperingati setiap 30 September. Menurut Deden, momentum sejarah perlu dimaknai melalui penguatan karakter dan penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan, pendidikan memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan kemampuan akademik peserta didik. Sekolah juga menjadi ruang penting untuk membangun karakter, menanamkan rasa cinta Tanah Air, serta membiasakan sikap saling menghormati di tengah keberagaman.
“Peringatan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk mengingat sejarah bangsa, menjaga persatuan, menjunjung tinggi Pancasila, dan memperkuat rasa cinta terhadap Tanah Air,” ujar Deden.
Menurutnya, pemahaman sejarah harus diberikan secara berkelanjutan agar pelajar mampu mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang membentuk perjalanan bangsa. Nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong perlu diperkuat sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
Deden juga mengingatkan pentingnya membangun kecakapan literasi informasi sejak dini. Pelajar diharapkan tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi tanpa memeriksa kebenarannya, terutama jika informasi tersebut berpotensi memicu konflik atau memperkeruh hubungan sosial.
Di era digital, kemampuan berpikir kritis menjadi bekal penting bagi generasi muda. Dengan sikap bijak dalam menggunakan media informasi, pelajar diharapkan mampu membedakan fakta dan informasi yang belum terverifikasi serta menjaga komunikasi yang sehat di lingkungan pergaulan.
“Generasi muda harus memahami sejarah dan mengambil nilai-nilai positif di dalamnya. Mari kita jaga persatuan, saling menghormati, dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Deden menambahkan, pembentukan generasi yang berkarakter membutuhkan proses pendidikan yang konsisten. Nilai-nilai kebangsaan tidak cukup disampaikan melalui teori, tetapi harus tercermin dalam tindakan nyata, mulai dari menghargai perbedaan pendapat hingga membangun budaya gotong royong.
Melalui penguatan pendidikan karakter dan pemahaman sejarah, Disdik Kabupaten Sukabumi berharap pelajar dapat tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menjaga persatuan di tengah tantangan perkembangan zaman.
“Melalui pendidikan, kita terus membangun karakter generasi muda yang cinta Tanah Air, menghargai perbedaan, memiliki semangat gotong royong, dan mampu menjaga persatuan,” pungkasnya.***
Editor : Yosep M
