JEMBER, Redaksi.co – Kelancaran pengairan sawah menjadi perhatian Kosda Perairan Wilayah Kencong menyusul meluasnya pertumbuhan eceng gondok di sepanjang Afur Bondoyudo Lama. Penanganan dilakukan dengan penyemprotan secara bertahap di Desa Kraton dan Desa Paseban agar pertumbuhan tanaman tersebut tidak menghambat distribusi air yang dibutuhkan petani.
Pertumbuhan eceng gondok yang menutup sebagian aliran Sungai Afur Bondoyudo Lama mulai mendapat penanganan. Kosda Perairan Wilayah Kencong turun langsung melakukan penyemprotan di wilayah Desa Kraton dan Desa Paseban, Selasa (8/9/2026), untuk mencegah tanaman liar tersebut mengganggu kelancaran distribusi air ke lahan pertanian.
Koordinator Sumber Daya Air (Kosda) Perairan Wilayah Kencong melakukan penanganan tanaman eceng gondok yang tumbuh liar di sepanjang Sungai Afur Bondoyudo Lama, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Selasa (8/9/2026).

Penanganan difokuskan di wilayah Desa Kraton dan Desa Paseban. Tanaman eceng gondok yang membentang kurang lebih sepanjang tiga kilometer tersebut dinilai berpotensi mengganggu kelancaran aliran air apabila terus berkembang dan menutup permukaan saluran.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Kosda Perairan Wilayah Kencong melakukan penyemprotan herbisida secara bertahap. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi saluran sekaligus memastikan kebutuhan air untuk lahan pertanian tetap terlayani.
Pengamat Sumber Daya Air (SDA) Wilayah Kencong, Umar Basar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok berada di sepanjang jalur Afur Bondoyudo Lama hingga menuju Afur Bondoyudo Kanal.
Menurutnya, penanganan perlu dilakukan sebelum tanaman tersebut semakin memenuhi saluran dan berpotensi menghambat distribusi air menuju persawahan petani.

“Penyemprotan ini menggunakan herbisida untuk mengantisipasi agar eceng gondok tidak menyumbat aliran air. Pekerjaan akan dilakukan secara bertahap sampai selesai,” ujar Umar.
Ia menegaskan, penanganan tersebut bukan sekadar membersihkan tanaman pengganggu di saluran, melainkan bagian dari pelayanan pengairan kepada petani.
Terlebih, kebutuhan air untuk persawahan harus tetap dijaga agar distribusinya tidak terganggu.
“Ini kami lakukan untuk pelayanan kepada petani, terutama menjelang musim penghujan. Saat ini air juga sangat dibutuhkan agar kebutuhan air petani tidak terganggu,” jelasnya.
Umar menjelaskan, apabila kondisi eceng gondok dibiarkan dan kemudian harus dilakukan penggelontoran untuk membersihkan saluran, langkah tersebut berpotensi mengurangi ketersediaan air yang seharusnya dialirkan ke lahan pertanian.
“Kalau kita lakukan penggelontoran, otomatis air tidak bisa mencukupi kebutuhan persawahan petani,” imbuhnya.
Karena itu, pengendalian eceng gondok dilakukan secara bertahap dengan melibatkan seluruh juru air di wilayah kerja Kosda Kencong. Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan akan dilanjutkan hingga seluruh titik yang terdampak dapat ditangani.
“Intinya kami berusaha agar pelayanan air kepada petani tetap berjalan. Saluran harus kita jaga supaya air bisa mengalir dan kebutuhan persawahan tetap terlayani,” tegas Umar.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Kosda juga mendapat dukungan dari unsur TNI melalui Babinsa setempat, Serda Rifki, anggota Koramil 0824/18 Kencong.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kelancaran saluran pengairan yang menjadi salah satu penunjang utama aktivitas pertanian masyarakat.
Danramil 0824/18 Kencong Kapten Arm Juwari Indro Cahyono melalui Serda Rifki menyampaikan dukungannya terhadap langkah yang dilakukan jajaran perairan, khususnya Kosda Wilayah Kencong.
“Dari Koramil Kencong sangat mendukung langkah yang dilakukan pihak perairan, khususnya anggota Kosda Kencong. Ini merupakan upaya bersama untuk menjaga kelancaran aliran air dan membantu memenuhi kebutuhan pengairan masyarakat,” ujarnya.
Kosda Perairan Wilayah Kencong memastikan penanganan eceng gondok akan terus dilakukan secara bertahap hingga pertumbuhan tanaman tersebut dapat dikendalikan.
Dengan pengendalian tersebut, fungsi saluran diharapkan tetap terjaga sehingga distribusi air menuju persawahan dapat berjalan lancar dan kebutuhan pengairan petani di wilayah Kencong dan sekitarnya tetap terpenuhi.

