Fakfak, Redaksi.co – Bupati Fakfak secara resmi menutup Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik se-Kabupaten Fakfak Tahun 2026 yang telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Kegiatan penutupan tersebut dilaksanakan di Distrik Fakfak Tengah pada Senin (16/03/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Fakfak menyampaikan bahwa Musrenbang tingkat distrik merupakan bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang bersifat partisipatif. Forum ini menjadi wadah strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta usulan pembangunan yang berasal dari kampung-kampung untuk kemudian diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam proses Musrenbang, mulai dari kepala distrik, kepala kampung, perangkat daerah hingga seluruh elemen masyarakat.
“Berbagai usulan dan gagasan yang disampaikan menunjukkan komitmen kita bersama untuk mendorong pembangunan yang lebih merata, berkeadilan dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Fakfak,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa tidak semua usulan yang disampaikan dapat langsung diakomodasi dalam satu tahun anggaran. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan proses penyelarasan serta penentuan skala prioritas dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, arah kebijakan pembangunan nasional dan provinsi, serta kebutuhan strategis daerah.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh usulan masyarakat tetap menjadi bahan penting dalam penyusunan dokumen perencanaan daerah, baik dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) maupun program pembangunan jangka menengah daerah.
Ia juga menekankan kepada seluruh perangkat daerah agar benar-benar memperhatikan hasil Musrenbang distrik dalam penyusunan program dan kegiatan masing-masing. Program pembangunan diharapkan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, terutama terkait peningkatan infrastruktur dasar, pelayanan pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan pembangunan kampung.
Selain itu, Bupati meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah agar memastikan program pembangunan dapat terbagi secara merata di seluruh distrik.
“Jangan sampai ada distrik yang mendapat program besar sementara distrik lainnya tidak mendapatkan bagian sama sekali. Pembangunan harus dirasakan oleh seluruh masyarakat di setiap distrik,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRK, dunia usaha, tokoh masyarakat, serta seluruh lapisan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Bappeda dan seluruh jajarannya sebagai penyelenggara Musrenbang, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan anggota DPRK yang telah mendukung pelaksanaan Musrenbang tingkat distrik hingga dapat berjalan dengan baik.
Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun kegiatan berlangsung di tengah bulan suci Ramadan, seluruh pihak tetap menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti proses Musrenbang.
“Walaupun dalam situasi puasa, semangat kita tidak pernah pudar. Saya juga bersyukur karena di beberapa titik Musrenbang saya dapat hadir langsung bersama pimpinan OPD,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Bupati Fakfak turut menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat yang akan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Selaku Bupati Fakfak, saya menyampaikan selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita semua dalam membangun Kabupaten Fakfak yang lebih baik,” ucapnya.
Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Bupati Fakfak secara resmi menutup Musyawarah Perencanaan Pembangunan tingkat distrik se-Kabupaten Fakfak Tahun 2026.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Musrenbang tingkat distrik se-Kabupaten Fakfak Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” tutupnya.







